BAZNAS Berhasil Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik

Jakarta, relawan.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan mustahik dalam bidang material, spiritual, pendidikan, kesehatan dan kemandirian melalui program distribusi dan pendayagunaan zakat.

Hal itu dibuktikan oleh sebuah studi yang dilakukan Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS selama dua tahun untuk menyusun Indeks Kesejahteraan BAZNAS dan  mengukur dampak penyaluran zakat. 

Wakil Ketua BAZNAS, Zainulbahar Noor mengatakan Indeks Kesejahteraan BAZNAS ini memotret program penyaluran zakat dalam kategori baik dengan nilai 0,71.  

“Dari sisi pendapatan, definisi baik ini berarti bahwa para mustahik yang menerima dana zakat telah berada di atas garis kemiskinan yang ditetapkan pemerintah, bahkan sebagian bisa jadi ada di atas nishab,” kata Zainulbahar dalam sambutannya pada Public Exspose “Indeks Kesejahteraan BAZNAS” di Jakarta, Kamis (17/10/2019). 

Menurut Zainulbahar hasil kajian ini menjadi cermin bagi BAZNAS untuk melakukan analisis kondisi sekaligus mengevaluasi program pendistribusian dan pendayagunaan yang telah dilakukan. 

Dengan data tersebut, dapat dirumuskan kebijakan untuk memperbaiki pola program penyaluran zakat selanjutnya, sehingga manfaatnya makin besar dirasakan oleh Mustahik.

“Indeks Kesejahteraan BAZNAS ini dibuat sebagai alat utk mengukur kinerja program penyaluran zakat yang dilakukan BAZNAS sekaligus sebagai alat bagi masyarakat untuk memantau bagaimana proses penyaluran zakat BAZNAS selama ini,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Irfan Syauqi Beik mengatakan, kajian ini menjadi warna baru di dalam pengembangan teori yang terkait dengan ekonomi syariah. 

“Ini adalah kontribusi BAZNAS terhadap dunia keilmuan, utamanya bidang ekonomi syariah. BAZNAS berharap kajian ini dapat memperkuat ilmu ekonomi syariah dimana zakat merupakan salah satu bagian pentingnya,” tuturnya.

“Tentu kita juga berharap keilmuan ini terus berkembang melalui teori-teori baru seperti indeks Kesejahteraan ini,” tambahnya

Dia mengajak masyarakat untuk turut mengontrol kinerja BAZNAS melalui kajian-kajian serupa.

“Masyarakat termasuk kalangan kampus bisa ikut menguji hasil lapangannya dengan melakukan riset menggunakan alat ukur yang sama yaitu Indeks Kesejahteraan BAZNAS, sehingga ini sebagai alat kontrol juga bagi masyarakat dan stakeholder yang lain terkait dengan dinamika pendistribusian dan pendayagunaan zakat,” katanya.