Gelar Kuliah Visi Kerelawanan, Ketua Dewan Pembina MRI Sebut Relawan Harus Siap Setiap Saat

Sleman, relawan.id – Akademi Relawan Indonesia (ARI), Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menggelar kuliah visi kerelawanan bersama Ketua Dewan Pembina MRI, Ahyudin di Dusun Gondanglegi, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem pada Ahad (20/10/2019).

Acara ini dihadiri oleh MRI-ACT se-DIY dan Jawa Tengah dengan peserta 58 orang, sesi materi kuliah tersebut dibagi menjadi 4 sesi, yaitu Strategi Gerakan Relawan untuk Pemberdayaan Masyarakat oleh Presiden Global Islamic Philantrophy (GIP) Ahyudin, 7 Kunci Sukses Filantropi oleh Direktur BPN 2 Awal Purnama, Strategi Komunikasi Kelembagaan oleh Direktur MPR Lukman Azis, dan Teknik Photography dan Videography oleh Manager MPR Edy Purwanto.

Kepala ARI, Andri Perdana mengatakan sejak dimulainya pelatihan melalui ARI pertama kalinya di 2018, total sudah digelar 130 pelatihan relawan sampai saat ini. Dari ratusan pelatihan itu, 4.716 orang ikuti pelatihan.

“Pelatihan kerelawanan diberikan dalam 23 bentuk, materinya mulai dari kebencanaan, pemberdayaan, pendidikan, media, medis, sampai lingkungan,” ungkap Andri, Ahad (20/10/2019).

Ketua Dewan Pembina MRI, Ahyudin mengatakan, adanya ARI, merupakan bagian dari keseriusan bidang kerelawanan. “Kita ingin saking seriusnya kerelawanan itu, harus ada akademinya. Jadi kita coba elaborasi secara dalam, bagaimana gagasan kerelawanan ini tumbuh menjadi visi. Dikonsep secara baik dan diorganisasi secara baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sukarelawan bukan pekerjaan yang sepele, enteng, dan biasa-biasa saja. Tapi menurutnya, relawan merupakan sebuah pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan sifatnya profesional.

Relawan tidak hanya harus siap pada saat bencana alam saja, tapi juga siap setiap saat. “Di luar bencana alam, ada bencana lain yang sifatnya laten, yaitu bencana kemiskinan,” tutur Ahyudin.

Pada kuliah visi kerelawanan, yang ikut serta menjadi peserta pelatihan yaitu dari pimpinan dan pengurus ACT juga MRI tiap daerah. Ia berharap, ke depan, cakupan pelatihan kerelawanan menyasar pada lapisan masyarakat yang lebih luas lagi.

“Harapannya, dari ARI ini bisa melahirkan energi-energi sumber daya hebat di bidang kerelawanan, juga memberikan andil positif terhadap lingkungan, baik skala mikro, nasional, maupun global,” jelasnya.