Akibat Kemarau Panjang, Kabupaten Batang Mengalami Kekeringan

Batang,relawan.id – Kemarau panjang yang telah melanda Kabupaten Batang mengakibatkan terjadinya kekeringan di beberapa kecamatan. Hal ini menjadi perhatian besar oleh semua pihak, Senin (28/10/2019).

Sebagai langkah untuk membantu warga terdampak kekeringan salah satu lembaga Nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT) Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jawa Tengah melakukan pendistribusian Air Bersih disejumlah titik terparah.

Salah satu kecamatan yang berdampak kekeringan paling parah adalah Kecamatan Bandar. Sumber air di beberapa desa yang ada di Kecamatan Bandar mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.

Tampak dari warga disana sangat bersyukur sekali dan sangat antusias dengan kedatangan distribusi air dari tim MRI. Senin (28/10/19).

Distribusian dilakukan hingga larut malam sampai pukul 23.30 Wib. Nampak juga seorang anak kecil yang ikut mengatri agar bisa mendapatkan air.

“Ikut ngantri air, agar besok pagi bisa mandi, biar tidak malu sama teman-teman di sekolah karena bau asem om,” kata Faza yang saat ini masih duduk di bangku TK.

Melalui Relawan MRI-ACT Korda Batang, Air Bersih di distribusikan menggunakan tandon air yang diangkut oleh truck.

“Dikarenakan kami tidak mendapat pinjaman sewa truck tanki air,” unkap Ridwan Subarkah sebagai korda MRI Batang.

Alhamdulillah MRI-ACT Korda Batang telah menyalurkan amanah dari para Dermawan sebanyak 31 kali  angkut tandon air berkapasitas 1.100 liter berjumlah dua tandon dan 550 liter berjumlah dua tandon, dengan total angkut sebanyak 102.300 liter air dari hari Senin, 21 sampai 28 Oktober dan berhasil didistribusikan ke titik daerah terdampak kekeringan tersebut.

“Insya Allah kami akan terus mendistribusikan air hingga waktu yang belum diketahui. Semoga dengan aksi distribusi air ini membawa keberkahan, kebermanfaatan dan menginspirasi kita semua untuk terus berbuat kebaikan untuk sesama,” tuturnya.

“Terimakasih banyak tim ACT yang sudah membantu memberikan air bersih kepada kami, dari dulu baru kali ini di desa kami mengalami kekeringan, 5 bulan terahir ini kami dan masyarakat disini sudah kesulitan mendapatkan air, karena sumur banyak yang kering, untuk memenuhi kebutuhan air harus menempuh jarak sekitar 2 km, itu pun harus mengantri panjang, karena cuma ada dua sumber pancuran yang masih mengalir kecil,” ungkap ibu Siti Arofah salah satu warga terdampak kekeringan.