Turki Habiskan Rp 562 Miliar untuk Pengungsi Suriah

Ankara, relawan.id – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan zona aman di Suriah yang didirikan sebagai hasil upaya dan pengorbanan yang panjang adalah kawasan yang paling damai dan layak huni di Suriah. Turki menampung sekitar empat juta pengungsi yang sebagian besar berasal dari Suriah.

“Turki ditinggalkan sendirian di hampir tiap langkah yang diambil selama krisis Suriah terjadi,” kata Erdogan pada pertemuan di Istanbul, dilansir di Anadolu Agency, Jumat (1/11/2019).

Erdogan mengatakan, mereka yang tidak melakukan apa-apa selain mendirikan kawat berduri untuk pengungsi Suriah dalam delapan tahun terakhir, terus memblokir upaya meringankan masalah para pengungsi. Pengeluaran Turki untuk pengungsi selama periode lebih dari 8,5 tahun telah melebihi 40 miliar dolar AS atau setara Rp 562 miliar.

“Sementara dukungan dari Uni Eropa melalui LSM hanya 3 miliar euro (3,3 miliar dolar) saja. Kami tidak memberikan semua layanan ini dengan harapan apa pun, tetapi sebagai tanggung jawab manusia dan moral kami,” ujarnya.

Erdogan juga mengungkapkan, nasihat yang tidak diminta adalah satu-satunya dukungan yang diterima Turki dari komunitas internasional. Dia juga menyinggung soal mentalitas yang menganggap setetes minyak lebih berharga daripada setetes darah.

Sikap seperti itu, menurut Erdogan, tentu tidak bisa melihat hal lain kecuali kepentingannya sendiri di Suriah dan di seluruh dunia. “Ketika kita melihat-lihat, kita hanya melihat manusia, jiwa, dan kehidupan,” katanya.

Rata-rata harapan hidup di Suriah, yang telah menderita kerusakan besar, telah menurun dari 73 menjadi 63. Turki meluncurkan Operation Peace Spring pada 9 Oktober untuk menghilangkan kelompok teror di Suriah utara dan mengamankan perbatasan Turki.

Menurut Turki, mereka membantu para pengungsi Suriah pulang secara aman dan memastikan integritas wilayah Suriah. Turki menginginkan agar milisi Kurdi menarik diri dari wilayah tersebut sehingga zona aman dapat diciptakan untuk memulangkan sekitar dua juta pengungsi.