MRI Sumbar Launching Rumah Baca dan Rumah Belajar Suduik Peradaban

Sumbar, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sumatera Barat menggelar launching rumah baca dan rumah belajar yang diberi nama ‘Suduik Peradaban’ di Sekretariat MRI Sumbar, Ahad (3/11/2019).

Pendirian Suduik Peradaban ini dilatarbekangi oleh keinginan yang kuat untuk meningkatkan gerakan literasi di Kelurahan Kalumbuk, bukan hanya membaca, MRI Sumbar berharap kedepannya Suduik Peradaban ini dapat menyediakan program-program yang membangun kreativitas masyarakat terlebih meningkatkan kualitas anak.

Launching program kegiatan ini dihadiri langsung oleh kepala sekolah Akademi Relawan Indonesia (ARI), tak hanya itu, beberapa tokoh masyarakat juga turut hadir seperti Ketua LPM Kelurahan Kalumbuk, Ketua Rw, komunitas-komunitas literasi se-Kota Padang, dan diramaikan oleh anak-anak sekitar daerah Kalumbuk.

“Masyarakat terlihat sangat antusias menghadiri launching kegiatan ini,” ujar Humas MRI Sumbar, Nadima Ahmad, Ahad (3/11).

Sementara itu, dalam sambutannya Iswahyudi selaku PIC kegiatan menyampaikan terima kasih atas kehadiran para tamu yang turut mensukseskan acara ini. “Rumah baca dan rumah belajar (suduik peradaban) ini di inisiasi atas keresahan budaya baca yang sudah tergradasi oleh penggunaan smartphone sebagai efek perkembangan zaman, dengan adanya suduik peradaban akan memberikan ruang bagi anak-anak sekitar untuk membantu dalam pendampingan belajar di luar sekolah,” tuturnya.

Selanjutnya Ketua LPM Kalumbuk, Anwar menyatakan salah satu bencana yang sangat dekat dengan masyarakat yaitu kebodohan, malas, kurangnya adab. Maka dari itu hadirnya rumah baca ini semoga dapat mengurangi bencana-bencana di sekeliling masyarakat.

“Dukungan penuh juga diberikan untuk kegiatan ini. Melalui suduik peradaban MRI Sumbar semoga menciptakan suduik-suduik peradaban lainnya,”bebernya.

Ketua RW 002, Syaeful mengapresiasi adanya suduik peradaban ini, menurutnya pogram ini adalah langkah untuk menciptakan generasi yang berilmu dan beradab. Karena sejatinya bangsa tak butuh generasi yang hanya sekedar pintar namun tak memiliki karakter.

Kepala Sekolah ARI, Andri Perdana menyampaikan bahwa MRI terlahir oleh sebuah bencana. Namun fokus pergerakannya bukan hanya di kebencanaan. Tetapi MRI juga bergerak di lini pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Suduik peradaban ini kedepannya akan dikelola oleh PIC program, Iswahyudi staff di Bidang Program MRI Sumbar dan rekan-rekan pengurus suduik peradaban lainnya. selaku pengurus dan pengembang rumah baca, berharap agar suduik peradaban ini dapat berkembang dan dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar.

Pengurus ‘Suduik Peradaban’ berharap Ikhtiar kecil ini mungkin salah satu ikhtiar untuk sedikit meringankan beban dan kerut bangsa ini. Bisa jadi satu optimisme, bahwa persoalan penting mengapa bangsa ini sulit maju adalah karena tidak dibangunnya pondasi gerakan gemar membaca bagi anak bangsa secara serius terutama di dalam tubuh lembaga pendidikan anak bangsa ini. Bagi bangsa ini, gemar menabung saja tidak cukup untuk mengurai bobroknya negeri ini. Kita mesti bersatu untuk perangi tragedi nol baca, sehingga bangsa ini akan lebih baik.