Polwan Israel Tembak Pria Palestina untuk Bersenang-senang

Jakarta, relawan.id – Sebuah video pendek yang menunjukkan seorang perwira polisi Israel menembak seorang pria Palestina “untuk bersenang-senang”.

Rekaman yang kemudian bocor dan viral di media ini diyakini berasal dari pos pemeriksaan Al-Zaim di luar Yerusalem. Netizen dari berbagai negara pun mengungkapkan kemarahan.

Video itu memperlihatkan petugas perbatasan berteriak pada pemuda Palestina: “Keluar dari sini”.

Seorang petugas kemudian mengarahkan senapannya, sementara pemuda itu terlihat mengangkat kedua tangannya dan mulai berjalan dengan tenang.

Namun, dalam video tersebut polisi wanita kemudian menembaknya dari belakang. Pria itu jatuh ke jalan, dalam rintihan rasa sakit.

Menurut kantor berita Channel 13, polisi mengatakan bahwa pria itu tidak terluka serius karena peluru yang mengenainya berujung spons. Namun surat kabar Haaretz melaporkan bahwa dia “terluka parah”.

Menanggapi ramai video, kepolisian Israel memastikan telah memindahtugaskan polisi wanita yang terlibat dalam insiden itu. Juru bicara kepolisian Micky Rosenfeld mengatakan kementerian kehakiman telah memulai penyelidikan atas peristiwa yang diklaim terjadi satu setengah tahun lalu.

Kementerian juga menambahkan pihaknya menyelesaikan investigasi kriminal khusus tanpa menyebutkan detail putusan akhirnya. Sementera itu akhir pekan ini Organisasi Pembebasan Palestina mengecam Israel atas insiden tadi dan mendesak PBB untuk bertindak.

“Video itu menunjukkan tingkat kebencian membabi buta dan rasisme Zionis,” katanya. Pada sidang jaminan di Pengadilan Hakim Yerusalem tahun lalu, Hakim Elad Persky mengatakan tersangka tampaknya menembak orang Palestina sebagai bentuk hiburan. Laporan Haaretz, kelompok hak asasi manusia terkemuka Israel, B’Tselem mengatakan budaya impunitas menjadi biang dari insiden serupa.

“Dokumentasi yang luar biasa ini menunjukkan apa yang, sayangnya, adalah peristiwa yang tidak biasa: pasukan keamanan Israel melukai warga Palestina tanpa alasan,” ujar juru bicara B’Tselem Amit Gilutz. “Contoh-contoh semacam itu hasil langsung dari budaya impunitas yang dipupuk Israel, yang sangat penting bagi kelangsungan kontrol militernya atas Palestina.”

Saat ini tiga juta warga Palestina tinggal di wilayah yang sama dengan lebih dari 400.000 warga Israel di permukiman yang dianggap ilegal menurut hukum internasional.