Jarang Disadari, Ini Dampak Buruk Media Sosial Bagi Kesehatan Mental

Jakarta, relawan.id – Munculnya media sosial di era modern saat ini mengajarkan manusia untuk bisa berpikir lebih maju. Ada banyak media sosial yang bisa dimainkan melalui handphone, misalnya Instagram, Facebook, Line, WhatsApp, Twitter dan masih banyak lagi lainnya.

Dari media sosial, orang dimudahkan untuk melakukan aktivitas dengan cepat. Seperti berkenalan dengan orang lain, berjualan, mempromosikan diri, bertukar informasi, bertukar pesan cepat, video call, dan lainnya. Hampir semua kalangan bermain media sosial, tidak hanya masyarakat biasa bahkan orang-orang terkenal dan populer juga sering bermain media sosial.

Tahukah Anda, ternyata ketergantungan pada media sosial dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh dan mental yang tidak Anda sadari. Berikut beberapa dampak buruk media sosial terhadap kesehatan mental yang tidak bisa disepelekan.

1. Media sosial bersifat adiktif dan dapat membuat sejumlah orang mengalami kecanduan

Sebuah studi dari Nottingham Trent University menyatakan bahwa, sejumlah gejala, seperti mengabaikan kehidupan pribadi, terlalu asyik, menggunakan media sosial sebagai objek pelarian, memodifikasi suasana hati, dan perilaku adiktif, tampak dialami oleh beberapa orang yang menggunakan jejaring sosial secara berlebihan.

Sebuah studi lanjutan yang dilakukan oleh Swansea University menemukan bahwa orang-orang juga mengalami gejala psikologis ketika mereka berhenti menggunakan media sosial dan internet. Di mana orang-orang yang terlalu bergantung pada perangkat digital melaporkan perasaan cemas ketika mereka berhenti menggunakannya.

2. Semakin banyak waktu yang kita gunakan untuk media sosial, semakin tidak bahagia kita

Melansir dari Forbes, sebuah studi menemukan bahwa penggunaan Facebook dikaitkan dengan kurangnya kebahagiaan dan kepuasan hidup yang lebih sedikit. Hal ini dimungkinkan karena adanya kaitan dengan fakta bahwa Facebook memunculkan persepsi isolasi sosial. Ini lantaran Facebook menyediakan sumber daya yang tak ternilai untuk memenuhi kebutuhan orang-orang secara instan.

Tapi alih-alih meningkatkan kesejahteraan, penggunaan Facebook membuat orang-orang jadi tidak memiliki waktu untuk melakukan sosialisasi dan mendapatkan pertemanan yang soliter. Dan isolasi sosial adalah salah satu hal terburuk bagi setiap orang, secara mental dan fisik.

3. Membuat kamu membandingkan hidup dengan orang lain

Alasan lain mengapa media sosial membuat orang merasa terisolasi secara sosial adalah faktor pembanding. Media sosial membuat orang-orang tanpa sadar suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain ketika sedang menelusuri timeline. Kebanyakan orang akan membuat penilaian apakah mereka lebih baik atau lebih buruk ketika melihat foto-foto yang diunggah teman di media sosial. Dan sikap suka membandingkan ini memiliki kaitan dengan gejala depresi.

4. Memicu perasaan cemburu

Bukan rahasia lagi bahwa sikap suka membandingkan di media sosial mengarah pada kecemburuan. Melansir dari Forbes, terdapat hubungan antara kecemburuan dan depresi dalam penggunaan media sosial di mana kecemburuan memediasi depresi. Akan tetapi, ketika kecemburuan tersebut dikendalikan, media sosial tidak begitu buruk.

5. Semakin banyak teman yang ada di media sosial tidak menjamin seseorang memiliki kehidupan sosial yang lebih baik

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal the royal society publishing, menemukan fakta bahwa semakin banyak teman di media sosial tidak berarti seseorang memiliki kehidupan sosial yang lebih baik. Merasa bersosialisasi atau mencari dukungan lewat media sosial tidak akan mampu mengatasi sejumlah masalah, seperti merasa kesepian, kesedihan, dan sebagainya.

Untuk mengatasi berbagai masalah yang terkait dengan kesehatan mental, setiap orang membutuhkan dukungan sosial yang nyata, bukannya dukungan virtual. Karena pertemanan virtual tidak memiliki efek terapi seperti pada pertemanan sosial yang nyata.

Walaupun memiliki beberapa dampak negatif, tapi bukan berarti media sosial tidak memiliki manfaat sama sekali. Sebab bagaimanapun juga, media sosial membantu menghubungkan orang-orang yang terpisah jarak ratusan kilometer, bahkan bisa menjadi ladang penghasilan.