Presiden MRI: Kami Akan Terus Membantu Perjuangan Palestina Hingga Merdeka

Jakarta, relawan.id – Pasukan Israel kembali melangsungkan serangan udara, Rabu (13/11/2019), di Jalur Gaza yang mengakibatkan tempat tinggal mereka hancur dan banyak korban luka hingga meninggal.

Oleh karena itu, President ACT Ibnu Khajar, mengatakan bantuan dari masyarakat Indonesia sangat diharapkan. Pasalnya, meski saat ini Israel sudah sepakat akan melakukan gencatan senjata, namun Palestina sudah mulai memasuki musim dingin.

Di puncak musim dingin nanti, suhu udara di jalur Gaza bisa mencapai nol derajat Celcius. Padahal, masyarakat yang menjadi korban, hanya bisa berkumpul di reruntuhan bangunan tanpa pakaian hangat dan makanan.

“Maka kami ingin mengajak masyarakat Indonesia hari ini untuk turut andil dalam perjuangan ini,” katanya saat konferensi pers di Menara 165, Kamis (14/11/2019).

Sementara itu, Presiden Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Syuhelmaidi Syukur mengaku akan terus membantu perjuangan Palestina hingga merdeka, karena saat Indonesia merdeka negara Palestina yang pertama kali mengakuinya.

“Oleh karena itu tentu kita berharap, kita juga Allah berikan ke lapangan untuk membantu saudara-saudara kita, sampai kapan kita akan membantu? ada yang bertanya kepada saya, sampai kapan kita akan membantu Palestina? saya katakan, sampai Palestina mendapatkan hak-haknya, sampai Palestina mendapatkan kemerdekaannya, sebagaimana ketika Indonesia merdeka para ulama di Palestina dan para pemimpin di Palestina mengakui pertama kali kemerdekaan Indonesia,” tuturnya.

“Suatu saat nanti, Indonesia akan menjadi negara pertama yang memastikan Palestina menjadi negara yang merdeka,” tambahnya.

Selain itu, kata dia, seharusnya kita bersyukur karena Indonesia sudah merdeka, sehingga bisa merasakan kondisi yang aman dan damai, berbeda dengan masyarakat Palestina, mereka tidak akan pernah merasakan rasa aman, karena hingga kini mereka masih dijajah oleh Israel.

“Kita bersyukur kepada Allah, karena kita bisa melakukan apa yang bisa kita lakukan, kita bisa merasakan kedamaian, kita bisa merasakan pergi bekerja, anak-anak kita sekolah, sementara saudara-saudara kita di Palestina, jangankan bekerja, 80 persen penduduk gaza khususnya mereka tidak punya pekerjaan karena kondisi ekonominya yang luar biasa di bawah tekanan dari Israel,” tuturnya.

Maka dari itu, dia mengajak untuk turut memberikan dukungan kepada Palestina, karena perjuangan Palestina adalah spirit yang tak boleh lepas dari perjuangan Indonesia, baik dikancah diplomasi dunia dan tak kalah penting adalah dukungan moral yaitu dukungan kemanusiaan kepada saudara-saudara yang di Palestina.

“Banyak program yang kita lakukan, tapi kami yakin program-program yang kita lakukan masih belum cukup, masih kurang, kenapa?  kondisi mereka dari waktu ke waktu tidak semakin baik, kondisi mereka dari waktu ke waktu dalam kondisi yang mencekam,” bebernya.