Bahaya Junk Food Bagi Kesehatan

Jakarta, relawan.id – Sudah menjadi hal yang wajar jika remaja masa kini lebih memilih junk food sebagai menu favorit harian mereka. Alasan remaja memilih menu junk food selain karena mudah ditemukan dan cepat saji, junk food juga dianggap sebagai makanan ‘kekinian’ yang dianggap dapat meningkatkan gengsi mereka.

Apalagi di era seperti sekarang, dengan selfi atau berswafoto bersama menu junk food yang lagi viral, remaja merasa bangga memamerkan makanannya di sosial media dan berharap mendapatkan like dan komentar yang banyak.

Hampir semua orang termasuk para remaja sudah mengetahui makanan apa saja yang termasuk dalam kategori junk food. Ada sepuluh jenis makanan yang dicap junk food oleh WHO (World Health Organization) diantaranya gorengan, fast food, jeroan dan daging berlemak, asinan, daging olahan, makanan yang dipangang, sajian manis beku, manisan kering, makanan kaleng, dan semua olahan keju.

Terdapat beberapa jenis penelitian yang menyatakan bahwa terlalu sering mengkonsumsi jenis makanan cepat saji tidak menimbulkan dampak yang langsung di dalam tubuh manusia. Akan tetapi makanan cepat saji yang dimakan nantinya akan tertimbun dalam tubuh manusia dan bisa menyebabkan munculnya penyakit tertentu di kemudian hari. Misalnya penyakit kanker yang merupakan jenis penyakit berbahaya yang banyak menyerang manusia.

Tidak hanya itu, beberapa penyakit mematikan yang lain seperti stroke, batu ginjal dan usus buntu juga menjadi dampak tersendiri bagi orang yang berlebihan dalam mengkonsumsi jenis makanan cepat saji. Oleh karena itu, Anda yang kebetulan termasuk orang yang gemar mengkonsumsi makanan cepat saji, sebaiknya mulailah untuk menguranginya sejak saat ini.

Sebagai manusia yang membutuhkan kesehatan maksimal, sebaiknya mulailah untuk menyayangi diri sendiri dengan mengkonsumsi jenis makanan sehat. Penting untuk dijadikan pengetahuan bahwa berbagai jenis makanan instan dan cepat saji memiliki berbagai kandungan zat yang berbahaya, salah satunya adalah lilin yang sangat sulit untuk dicerna oleh tubuh.

Lilin tersebut kemudian bisa menyebabkan prinsip pencernaan tubuh menjadi hancur. Dengan demikian, kandungan lilin tersebut baru bisa dicerna setidaknya dua hari sesudah mengkonsumsi jenis makanan cepat saji.