Terlalu Lama Duduk Ternyata Tidak Baik Untuk Tubuh, Ini Tips Ala Relawan

Jakarta, relawan.id – Majunya teknologi di jaman sekarang ini membuat ruang gerak semakin terbatas. Banyak orang bekerja hanya di depan komputer dan menghabiskan waktunya berjam-jam untuk duduk. Ditambah lagi dengan waktu untuk menuju ke kantor yang juga dihabiskan dengan duduk di kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Waktu di rumah juga dihabiskan dengan duduk di depan televisi. Sangat sedikit sekali aktivitas bergerak yang dilakukan setiap harinya. Bahkan waktu untuk olahraga pun dilewatkan begitu saja. Tidak terpikirkan risiko apa yang akan diakibatkan jika duduk terlalu lama, apakah dapat menimbulkan gangguan kesehatan atau tidak.

Kebiasaan duduk terlalu lama memiliki efek buruk pada kesehatan yang tidak dapat diabaikan. Hal itu sesuai apa yang dikatakan relawan medis Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), dr. Helmiyadi Kuswardhana, Sp.Ot.

“Penyebabnya karena banyak orang memiliki kebiasaan duduk terlalu lama. Semakin nggak beraktivitas, maka stimulasi tulang semakin berkurang, sehingga tulang mudah keropos, jadi otot sama tulang kalau semakin sering digunakan menabung kalsium, jadi pada saat kita tua kalsiumnya dipakai, ngga cepat osteoporosis,” katanya.

“Jarang bergerak itu kebiasaan sekarang, seperti main hp terus, main game, nongkrong di warkop, jarang bergerak itu nanti kita lebih cepat kena osteoporosis. Jadi kadar kalsium dalam tulang itu gampang cepat berkurang, jadi jatuh sedikit langsung patah,” tambahnya.

Sebaliknya pada orang dengan gaya hidup aktif, terjadi peningkatan kepadatan tulang sebanyak 20 persen. Hal ini, kata Helmi, dipicu oleh penguatan tulang sebagai hasil dari aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin.

“Semakin banyak bergerak maka risiko terjadinya pengeroposan tulang semakin rendah. Jadi kalau orang kebanyakan diam, malas bergerak biasanya lebih rentan mengalami osteoporosis lebih awal,” katanya.

Maka dari itu, olahraga teratur sangat penting, karena bisa mengurangi osteoporosis dini. Selain aktivitas fisik, seseorang juga harus memperbanyak konsumsi makanan tinggi kalsium yang banyak ditemukan sehari-hari, seperti pada kurma, brokoli, pepaya, jeruk, pisang, telur dan kacang-kacangan. Sehingga kata Helmi, tak perlu asupan kalsium tambahan dalam bentuk suplemen.

“Makanan harus bergizi, sekarang ini juga kan banyak junk food, makanan instan, nah itu juga gaya hidup yang tidak bagus, itu bisa mempercepat osteoporosis, terus yang ketiga, selain makan, juga gaya hidup, seperti hindari merokok dan minum alkohol,” tegasnya.

Selain itu, Helmi juga menganjurkan untuk banyak minum air putih, jangan sampai karena ruangan ber-AC sehingga malas untuk minum air putih, karena kondisi ini tidak menimbulkan dampak yang langsung, akan tetapi dampaknya saat tua nanti.

“Kalau dihari libur olahraga harus disempatkan, karena kalau ngga dipaksa ya begitu penyakitnya umur 45 tahun baru muncul, sekarang belum terasa masih muda, tapi kalau sudah umur 45 tahun, batu ginjal lah, kolesterol, asam urat, hypertensi, diabetes itu menunggu di usia 40-50, kalau dari sekarang kebiasaannya ngga sehat,” tuturnya.