Momentum Hari Relawan Internasional, Pembina MRI Ajak Relawan Bangun Kehidupan

Yogyakarta, Relawan.id- Akademi Relawan Indonesia mengadakan Kelas Relawan untuk memperingati International Volunteer Day. Dalam kegiatan itu, Ketua Dewan Pembina MRI yang juga Presiden Global Islamic Philantropy (GIP), Ahyudin hadir memberikan Inspiring Speech.

” Hari ini merupakan momen kita untuk melakukan kontemplasi tentang persoalan makro kehidupan yang meliputi langit dan bumi. Dengan demikian, banyak kekuatan imajinasi untuk membangun kehidupan,” kata dia di hadapan puluhan relawan yang hadir.

Lebih lanjut ia menegaskan. ada tiga isu dunia yang sedang dikhawatirkan untuk keberlangsungan kehidupan manusia yaitu pangan, air dan energi.

“Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama para relawan MRI, saat ini sedang serius menggarap isu isu pangan, salah satunya melalui masterpiece program Lumbung Pangan Wakaf (LPW). Mengapa isu pangan ? Saat ini masih banyak orang orang miskin dan kesulitan untuk mencukupi kebutuhan utama, yaitu pangan,” ungkapnya.

Di sisi lain, idealnya Indonesia memiliki lebih dari 50 juta ha sawah, saat ini kita baru memiliki 7 juta ha sawah saja. “Sejauh ini ACT sudah menginisiasi program berbasis gerakan pangan, seperti Beras untuk Santri (Berisi), Rice Truck, dan Food Truck” tambahnya.

Selain pangan, ACT juga sudah ikut andil dalam isu kekeringan atau ketersediaan air saat musim kemarau. Setidaknya, Distribusi Air Bersih melalui Water Tank dan Sumur Wakaf terus dilakukan ke seluruh daerah di Indonesia dengan lebih dari jutaaan penerima manfaat.

Keberadaan Akademi Relawan Indonesia menjadi pusat pelatihan pendidikan karakter kerelawanan dan pengembangan skill relawan yang terus menjadi sumber daya strategis nasional bahkan global.

Kepala Akademi Relawan Indonesia, Andri Perdana, mengatakan Kelas Inspiring Speech dengan tema Be a Great Volunteer bersama Founder ACT diselenggarakan agar relawan mendapatkan banyak inspirasi.

“Sehingga harapannya dapat mengembangkan kreasi dan ide-ide besar untuk mengatasi berbagai problematika di Indonesia, bahkan dunia,” pungkasnya.