Banjir Terjang 16 Desa di Aceh Singkil

Aceh, relawan.id – Banjir yang menerjang 16 Desa di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil masih berlangsung, kendati ketinggian air sudah menurun. Tercatat ada 4.464 Kepala Keluarga (KK) terdampak yang terdiri dari 22.672 jiwa.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo sesuai laporan Camat Singkil dan laporan dari kepala desa serta hasil pantauan TRC BPBD Aceh Singkil.

“Banjir yang saat ini terjadi dikarenakan kiriman dari Wilayah Subulussalam, Aceh Tenggara, Pakpak Barat dan Dairi Sehingga mengakibatkan sungai meluap,” ujar Agus melalui keterangan tertulisnya, Ahad (8/12/2019).

Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, warga pun tak ada yang mengungsi. Banjir tersebut juga merendam Jalan Nasional Singkil-Gunung Meriah, sekolah dan masjid. Total kerugiannya masih dalam pendataan.

Adapun dampak kerugian material di Desa Lae Bangun, Kecamatan Suro, kata Agus, terdata 1 unit rumah rusak berat (RB), 2 Unit rumah rusak ringan (RR), dan buku-buku sekolah terendam. Di Desa Bulusema, 1 unit masjid di Kompleks Gedung Islamic Center nyaris amblas ke sungai, dan belum tertangani.

Selain itu, 1 unit kantor Bumdes roboh di desa Blok VI Kecamatan Gunung Meriah dan belum tertangani juga. Daerah terdampak lainnya yang belum tertangani di Desa Lae Sipola Kecamatan Singkohor, Kepala Jembatan untuk akses Desa Lae Sipola ke Singkohor amblas, kendaraan roda 4 tidak bisa lewat serta menghambat aktivitas masyarakat dan anak sekolah.

Kemudian, Jembatan Desa Lae Sipola menuju Kota Subulussalam sejak tahun 2016 sudah roboh hingga sekarang (belum tertangani). Dampak material di trans Cikala Desa Pangkalan Sulampi Kecamatan Suro berupa longsor jalan ke trans Cikala, namun sudah ditangani dan Jembatan Cikala masih dalam penanganan.

“BPBD Kabupaten Aceh Singkil telah menyalurkan Bantuan Masa Panik yang langsung di serahkan oleh Bapak Bupati Kabupaten Aceh Singkil,” tuturnya.

Banjir juga terjadi di Aceh Tenggara. Akibat intensitas curah hujan yang tinggi sejak pukul 16.08 WIB hingga 20.30 WIB pada 7 Desember 2019 menyebabkan meluapnya Sungai Lawe Mamas pada pukul 20.30 WIB.

“Sehingga merendam rumah warga, lahan pertanian dan perkebunan masyarakat dengan ketinggian air mencapai 50cm+- di Desa Kute Rambe,” ujar Agus.

Kondisi terkini, warga yang terdampak sedang melakukan pembersihan. Adapun jumlah warga di Desa Kute Rambe Kecamatan Darul Hasanah ada 8 KK dengan 32 jiwa.

“Kebutuhan mendesak, perlunya perbaikan tanggul penahan sungai sepanjang sungai tersebut agar tidak terjadi luapan air sungai susulan mengingat curah hujan dengan intesitas hujan yang cukup tinggi di wilayah kabupaten Aceh Tenggara,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan yakni, BPBD Aceh Tenggara melakukan koordinasi dengan pihak TNI, Polri dan unsur terkait guna tindak lanjut selanjutnya dengan Kalakasa BPBD , yang di wakili kepala bidang pencegahan dan kesiapsiagaan.