Bantu Korban Banjir, Sekjen MRI Sebut Butuh Lebih Banyak Relawan

Jakarta, relawan.id – Sebanyak 500 relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan Disaster Emergency Response and Relief Management (DERM) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) diterjunkan untuk melakukan evakuasi hingga bantuan medis bagi masyarakat terdampak banjir.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), disebutkan terdapat 169 titik banjir di kawasan Jabodetabek. Maka dari itu, Sekjen MRI Ibnu Khajar mencari relawan tambahan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Itu yang 500 baru tim inti, untuk di posko, dapur umum dan rescue, untuk relawan kita perlu sangat banyak, bayangan kami itu harus lebih 1.000 relawan untuk menangani di 169 titik (banjir),” ujarnya, Kamis (2/1/2020).

Menurut Ibnu, relawan yang mendaftar diharuskan memiliki keahlian. Misalnya, untuk relawan yang melakukan evakuasi harus memiliki keterampilan dalam berenang.

“Kalau medis, itu yang kita butuhkan adalah yang memiliki keahlian di bidang kesehatan, jadi kami harap relawan yang ikut bersama dengan kami relawan yang punya keahlian, jadi ketika mendaftar harus disampaikan keahliannya apa. Mereka yang tidak punya keahlian khusus sebaiknya bantu di posko untuk relief, bantuan kemanusiaan,” katanya.

Dalam memberikan bantuan makanan, ia mengatakan pihaknya sangat menjaga kandungan gizi yang dibutuhkan para pengungsi. “Kita nggak izinkan makanan seperti yang instan, takutnya masyarakat imunitasnya belum baik, anak-anak juga akan diperhatikan lewat dapur umum kita. Relawan yg masuk ke posko harus paham ini, kalau tidak nanti mereka masuk ke posko kita malah sakit,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang menjadi relawan dapat mengunjungi relawan.id atau mengikuti media sosial Masyarakat Relawan Indonesia. “Kita sedang call for volunteer, kita sedang mobilisasi besar-besaran demi kemanusiaan,” tutupnya