Cigudeg Dilanda Banjir dan Longsor, MRI Terjunkan Relawan dan Distribusikan Logistik

Bogor, relawan.id – Kabupaten Bogor dilanda banjir dan longsor pada Rabu 1 Januari 2020. Longsor terparah terjadi di Kecamatan Sukajaya, oleh karena itu Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menerjunkan relawannya untuk membantu tim SAR mengeruk tanah akibat longsor.

Tak hanya itu, MRI juga akan mendistribusikan logistik ke beberapa dusun yang memang belum mendapatkan bantuan akibat akses jalan yang sulit dilalui.

“Kami MRI Jakray dan ACT Cabang Bogor sekarang sedang berada di Desa Sukajaya, Insya Allah kita akan menuju ke atas untuk mensupport bantuan, kurang lebih ada 3 dusun yang masih belum mendapatkan bantuan, oleh karena itu kita akan mengirimkan bantuan logistik kepada 3 dusun tersebut seperti pakaian, susu, kebutuhan wanita dan anak-anak,” ungkap Head of Marketing and Parthership MRI Pusat, Dicky Irawan, Jumat (3/1/2020).

Selain itu, untuk melewati jalan yang tertutup longsor membutuhkan  kendaraan khusus sperti double kabin dan motor trail.

Data sementara dari Pusat Data dan Informasi BPBD Kabupaten Bogor, ada11 desa yang terdampak longsor, lima desa di antaranya masih terisolasi, yakni Desa Harkatjaya, Cileuksa, Pasir Madang, Desa Urug, dan Pasir Madang.

“Ada dua desa belum tersentuh bantuan yaitu Desa Cileksa dan Cisarua,” kata Kasubag Prolap dan Pelaporan BPBD Kabupaten Bogor, Widayaka, Jumat (3/1).

Longsor terparah terjadi di Desa Harkat Jaya dan Pasir Madang. Di Harkat Jaya empat orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya dinyatakan hilang diduga tertimbun longsor. Sedikitnya 11 bangunan rata dengan tanah.

Korban meninggal yakni Charly (5), Asti (45), Muhammad Hudri (24), dan Rumsah (65). Sedangkan korban hilang Amri (60), Maesaroh (25), dan Cicih (5). Mereka adalah warga Kampung Harapan Jaya, Desa Harkat Jaya.

Sedangkan di Desa Pasir Madang ada dua kampung yakni Kampung Setu Kubangan dan Kampung Gunung Kembang. Bahkan, di dua kampung tersebut, ada beberapa rumah warga rata tertimbun longsor.

Saat ini ada 300 jiwa yang mengungsi di kantor desa. Selain itu, ada 30 KK di Pondok Pesantren, dan 15 orang di kantor kecamatan.

“Mereka juga belum mendapat bantuan secara maksimal karena akses ke sana masih tertutup longsor. Tapi hari ini hasil briefing pengiriman logistik akan menggunakan helikopter dipimpin oleh Wing 4 Lanud ATS,” terangnya.

Untuk mencapai desa-desa yang masih terisolasi, tim penyelamat masih berupaya mengeruk tanah di beberapa lokasi.

Salah satu akses jalan yang tertimbun material longsor berada di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg. Sampai pagi ini, jalur tersebut belum bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Kita masih upayakan mendatangkan lagi alat berat untuk membuka jalur yang tertimbun longsor,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin ditemui di Posko Pengungsian Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kamis 2 Januari 2020.

Akses jalan yang masih tertutup, kata Ade, sangat menghambat penyaluran bantuan logistik dan proses evakuasi korban bencana tanah longsor.

“Tapi Kamis sore, jalur sudah mulai sedikit terbuka. Petugas sudah bisa menyalurkan bantuan pakai motor trail,” kata dia.