Bantu Warga Terdampak Banjir dan Longsor, MRI Distribusikan Makanan

Bogor, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) terus memberikan bantuan kepada korban terdampak banjir dan longsor di Cigudeg, Selasa (7/1/2020). Bantuan tersebut berupa distribusi makanan.

Salah satu relawan MRI, Hakim mengatakan saat ini pihaknya melalui posko wilayah yang ada di Cigudeg terus mendistribusikan kebutuhan pangan ke dapur umum yang tersebar di beberapa titik di Kecamatan Sukajaya. Selain itu, bantuan pakaian serta pangan juga diberikan ke pengungsian secara langsung.

“Bantuan sekarang ini jadi satu-satunya sumber warga terdampak bencana untuk memenuhi kebutuhannya,” jelas Hakim, Selasa (7/1/2020).

Akibat banjir dan longsor, aktivitas masyarakat lumpuh termasuk perekonomian, salah satu korban terdampak yaitu Asep. Asep kini hanya dapat meratapi kampung tempat tinggalnya di Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor yang rata dengan tanah.

Longsor dari bukit yang ada di belakang kampung itu meratakan apa pun yang ada di bawahnya. Permukiman, jembatan, hingga area persawahan tak luput terkubur dan terbawa pergerakan tanah.

Ratusan jiwa penghuni kampung melarikan diri. Mengosongkan tempat tinggal, lari ke tempat yang lebih aman. Tak terkecuali Asep yang memboyong keluarganya mengungsi ke SDN Banar 3 yang menjadi tempat penampungan warga sementara. Ia yang bekerja sebagai pedagang di daerah Jakarta Timur pun tak dapat melanjutkan pekerjaannya karena harus menemani keluarganya.

“Saya dagang di Jakarta, waktu dengar kabar kampung saya longsor, saya langsung pulang, cari keluarga saya, tinggalin sementara pekerjaan,” ungkap Asep.

Asep yang saat ini tak bekerja dan memilih ikut mengungsi bersama keluarga menuturkan, saat hari pertama bencana tanah longsor itu, ia harus berjalan kaki dari Desa Sukaraksa, Cigudeg untuk sampai ke Kampung Sinar Harapan di Harkat Jaya. Longsor yang menutup akses utama menjadi alasan.

Hal serupa dilakukan Ahmad, warga Harkat Jaya. Pada Sabtu (4/1) ia terlihat berjalan kaki di Jalan Pasir Madang, Cigudeg. Ia memilih meninggalkan pekerjaannya di Tanjung Priok, Jakarta, demi menemui keluarganya yang telah terputus komunikasi sejak hari pertama kejadian bencana, Rabu (1/1).

“Waktu pagi itu saya dapat kabar dari istri kalau ada longsor, sempat dikirimkan gambar, tapi habis itu enggak bisa dihubungi lagi,” tuturnya sambil gemetar.

Sampai hari ini, kegiatan ekonomi masyarakat masih terhambat akibat longsor yang belum sepenuhnya tertangani. Tim SAR gabungan serta relawan dari berbagai lembaga kemanusiaan, termasuk MRI hingga sekarang masih terus berjibaku membersihkan akses jalan, pemberian layanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan pangan akibat berhentinya ekonomi masyarakat.