MRI Kepri Siap Bantu Kebutuhan Logistik di Natuna

Kepri, relawan.id – Natuna, salah satu Kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, kembali mencuri perhatian. Indonesia kembali bersengketa dengan China di Laut Natuna. Perseteruan dipicu berlayarnya Kapal Coast Guard China di perairan Natuna pada 19 hingga 24 Desember 2019. Kapal ini memasuki Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) tanpa izin.

China mengklaim Laut Natuna masih wilayah mereka. Padahal secara tegas badan hukum laut internasional di bawah PBB, UNCLOS 1982 menyatakan Natuna merupakan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).

Merespon hal itu, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) akan mengambil peran terhadap peristiwa ini dengan membantu penguatan logistik untuk masyarakat Natuna, guru dan prajurit TNI, hal itu dilakukan mengingat dampak dari peristiwa ini untuk para nelayan dan sekitar warga Natuna sangat besar.

“Sebagian nelayan sangat khawatir untuk melaut, karena mereka berpikir akan ada ancaman dari nelayan-nelayan asing. Jadi sejumlah nelayan korban sempat diganggu juga bahkan diusir oleh kapal asing saat mereka melaut di perairan laut Natuna. Selanjutnya nelayan yang di daerah Natuna ada kekhwatiran juga untuk tidur di kapal mereka, karena ada kekhwatiran kapal mereka akan ditabrak oleh kapal-kapal asing tersebut,” ungkap Ketua MRI Guntar Sembiring, Rabu (8/1/2020).

Sebagai informasi, tim ACT Pusat mengunjungi MRI Kepri, hal itu dilakukan untuk mensinkronkan kegiatan pusat terhadap MRI di dareah. Untuk MRI wilayah, kata Guntar, pihaknya telah menunjuk MRI daerah Natuna kepada salah satu relawan di sana yaitu Guswan.

“Jadi untuk saat ini, memang saya selaku mri wilayah meminta kepada mas Guswan untuk mendampingi kegiatan kawan-kawan kita yang dari pusat, jadi sejauh ini kita hanya baru sampai mendampingi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pusat di Natuna. Nah, sejauh ini memang MRI daerah Natuna hanya sebatas mengawal dulu program yang dilakukan kawan-kawan ACT,” tuturnya.

Selain itu, Guntar mengatakan siap menerjunkan relawan-relawannya ke Natuna dengan mengajak relawan-relawan yang di daerah untuk siap diterjunkan jika diperlukan.