Peduli Natuna, ACT Kirimkan 1000 Ton Bantuan Logistik

Jakarta, relawan.id – Klaim Tiongkok atas perairan Natuna memantik Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk ikut menunjukkan dukungan kepada TNI dan masyarakat di sekitar Natuna. Hal tersebut diwujudkan dengan menyalurkan bantuan logistik sejak pekan lalu.

Presiden ACT Ibnu Khajar mengatakan bahwa lembaga kemanusiaan itu telah berkomunikasi dengan TNI untuk meminta izin guna mengajak masyarakat Indonesia memberikan bantuan logistik bagi Natuna sebagai bukti bahwa ACT dan masyarakat terus bersama TNI.

““ACT akan mengirimkan 1.000 ton bantuan logistik pangan, kita mulai menyalurkan bantuan logistik karena dari TNI mengatakan kemungkinan ada gelar operasi jangka panjang. Jangan sampai TNI ini tidak mendapat logistik yang cukup untuk menjaga bangsa ini,” tutur Ibnu saat konferensi pers di Menara 165, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Sementara itu, Direktur Disaster Emergency Response and Relief Management (DERM) ACT Dwiko Hadi mengatakan bahwa tidak hanya kali ini ACT menyalurkan bantuan bagi TNI dan masyarakat Natuna. Sebelumnya, ACT juga hadir bagi masyarakat dan TNI untuk memberi dukungan.

“Ini merupakan agenda tindak lanjut yang sudah kami jalankan sebelumnya. Jadi, untuk Natuna ini tidak hanya pada saat ini kami mengirimkan bantuan logistik, tetapi juga 2-3 tahun belakangan pun kami sudah menjalankan,” tutur Dwiko.

Selain persoalan klaim perairan Natuna oleh Tiongkok yang sedang mengemuka, saat ini kondisi di daerah tersebut juga sedang memprihatinkan. Ombak besar, cuaca yang tidak bersahabat, dan angin kencang menerpa Natuna sehingga nelayan tidak bisa melaut sekitar sebulan ini.

Padahal, melaut merupakan salah satu mata pencaharian utama penduduk sekitar Natuna. Selain melaut, secara umum nelayan di sana bekerja serabutan dengan bertani sekadarnya.