Siapkan Relawan Tangguh, MRI Mandailing Natal Akan Gelar Orientasi Relawan

Sumut, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Mandailing Natal membuka Open Volunteer atau biasa disebut Volunteer Orientation, Sabtu (18/1/2020). Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi peserta untuk menjadi relawan yang aktif dan siap diterjunkan ke lokasi-lokasi yang terdampak banjir.

Sumatera Utara merupakan salah satu daerah yang sering terjadi bencana banjir dan longsor, terutama di daerah Mandailing Natal, selain itu, Mandailing Natal juga berpotensi tsunami yang mengancam di sepanjang garis pantai barat Mandailing Natal. Oleh karena itu diperlukan relawan-relawan yang siap untuk menghadapi potensi-potensi bencana yang mengancam tersebut.

Korda Mandailing Natal, Syahbandi Ahmad mengatakan selain untuk menyiapkan relawan baru yang siap dan tangguh dalam menghadapi bencana, kegiatan ini juga dalam rangka memperkenalkan secara umum terkait dunia kerelawanan bersama MRI-ACT. Sebagaimana yg diketahui MRI-ACT sudah tidak asing lagi di dunia kemanusian, baik ditingkat nasional maupun internasional.

“Kegiatan ini rencananya akan di laksanakan di Aula Kantor Camat Batahan, Sabtu (18/1/2020) pukul 08.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB. Kegiatan ini akan diisi oleh Head Office ACT Sumut, Fadhli Septavianra, Alie Sahniur, Ketua MRI Sumut dan Camat Batahan, Irsal Pariadi, STP,” ujarnya, Sabtu (11/1/20120).

Pada kesempatan ini peserta yang akan mengikuti acara ini dibatasi hanya 100 orang saja, mengingat kapasitas tempat yang terbatas. Peserta yang mengikuti kegiatan ini nantinya akan menjadi bagian dari MRI dan siap diterjunkan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan di lokasi bencana.

Syahbandi juga menceritakan pengalamannya bersama MRI-ACT yang baru dikenalnya pada tahun 2017 silam, Syahbandi sudah tergabung dalam kapal kemanusiaan Palu-Donggala dalam bencana gempa-tsunami dan likuifaksi yang terjadi di Sulawesi Tengah pada tahun 2018 lalu. Ia juga tergabung dalam tim penanganan darurat kabut asap yang terjadi tahun 2019 di Riau.

“Dalam menjadi seorang relawan kemanusian ini. Seorang relawan harus siap ditugaskan dimanapun, panggilan kemanusian itu dibutuhkan. Baik di dalam provinsi maupun di luar provinsi. Disamping bertugas membantu di lokasi bencana. Kita juga bisa mengenal budaya-budaya dan adat istiadat orang lain pada saat kita ditempatkan,” tuturnya.

“Tidak pernah sama sekali berfikir bisa sampai di Indonesia bagian tengah tepatnya di Palu kalau bukan dalam tugas kemanusian. Ini kesempatan yang langka bagi anda untuk bisa berkontribusi dalam tugas kemanusian,” tambahnya.