MRI Kepri Kawal Program ACT Kirimkan Logistik ke Natuna

Kepri, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kepulauan Riau akan mengawal program Aksi Cepat Tanggap (ACT) yaitu mengirimkan logistik dan bahan pangan untuk TNI dan masyarakat di Natuna, Senin (13/1/2020).

Selain melakukan pengawalan logistik dan pangan, MRI Kepri juga akan mengumpulkan seluruh relawan yang ada di Natuna untuk bersama-sama mengawal program yang dikirim ACT, “kegiatan ini adalah kegiatan kemanusiaan yang kita ketahui beberapa pekan kebelakang, ada bangsa China yang mengklaim bahwa perairan Natuna adalah milik mereka, kita sebagai MRI dan ACT akan melakukan penguatan melalui logistik, dan kebutuhan relawan yang terjun ke lapangan,” ujar Ketua MRI Kepri, Guntar Sembiring, Senin (13/1/2020).

Sebagai informasi, ACT memberikan bantuan sebanyak 1.000 ton logistik pangan pada nelayan serta TNI di Kabupaten Natuna. Hal itu dilakukan guna memberikan dukungan kepada pihak yang terlibat agar dapat mempertahankan perairan Natuna dari klaim sepihak Tiongkok.

Presiden Global Islamic Philanthropy (GIP) Ahyudin menjelaskan bahwa pasokan pangan tidak boleh berhenti mengalir kepada masyarakat dan TNI yang berjaga di perairan Natuna.

“Setiap hari, nggak boleh berhenti, kita kirimkan ini, pertama beras kan itu makanan pokok kita, yang kedua air mineral, yang ketiga kita ikut membawa uang cash dari donasi masyarakat untuk membeli yang dijual nelayan disana,” terangnya di Menara 165, Jakarta, Jumat (10/1).

Selain itu, bantuan lainnya yakni pemberian hewan ternak berupa sapi sebanyak 100 ekor. Saat ini, 10 sapi sudah disembelih dan dibagikan kepada para TNI serta masyarakat setempat.

“Jadi sisi logistik itu penting juga dalam suasana seperti ini, agar tidak ada masyarakat Indonesia yang hidup disana rawan pangan, kelaparan. Kita juga tidak mau TNI kita yang berada di garda terdepan kekurangan bekal, meskipun saya yakin udah ada yang ngurus itu, tapi nggak ada salahnya kan,” kata dia.

Ia juga mengatakan, 100 relawan juga akan dikirimkan kembali pada pekan ini. Langkah tersebut diambil agar keperluan dan pendistribusian logistik dapat berjalan dengan lancar.

“Kita punya 400 ribu relawan, tapi relawan kita kesana paling 100 orang dalam pekan ini. Bangsa manapun jangan pernah mengganggu bangsa ini dan bangsa ini juga jangan jadi perampok untuk bangsa sendiri,” tegasnya.