MRI Klaten Gelar Baksos di Dusun Terpencil Girpasang

Klaten, relawan.id – Girpasang yang berada di daerah terpencil lereng Merapi memiliki keindahan alam yang masih asri, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk mengunjungi tempat yang berada di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten ini. Karena berada di daerah lereng gunung merapi yang jaraknya terbilang jauh, sehingga warga sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Oleh karena itu, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Klaten mengunjungi Dusun Girpasang untuk melakukan bakti sosial bagi warga Girpasang yang berada di wilayah lereng gunung merapi.

Menurut, Humas MRI Jawa Tengah, Naufal Al Hijri, baksos ini diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya, tabligh akbar, aksi pelayanan kesehatan gratis dan distribusi bantuan bahan pokok.

“Kurang lebih 100 warga ikut berobat pada kegiatan bakti sosial ini. Permasalahan kesehatan dan pendidikan sangat dirasakan masyarakat Dusun Girpasang ini. Daerah yang berada cukup jauh dari perkotaan, menjadi salah satu penyebab minimnya pelayanan kesehatan yang memadai di daerah ini,” terangnya, Ahad (27/1/2020).

Dusun Girpasang adalah salah satu daerah terpencil di Kecamatan Kemalang, mayoritas penduduk di sini adalah berkebun sayur-mayur. Hal itulah yang menjadi salah satu alasan Tim MRI Klaten menggelar kegiatan kemanusiaan di daerah ini.

Warga Dusun Girpasang tampakk bahagia dengan pelayanan kesehatan ini, hal tersebut terlihat dari respon kurang lebih 100 warga yang begitu antusias datang untuk berobat dalam pelayanan gratis ini. Seperti yang diutarakan Giyanto (65). Dia mengungkapkan rasa senang dan bahagianya telah berobat di pelayanan kesehatan gratis ini.

“Terima kasih kepada MRI karena sudah datang ke daerah kami. Kami sangat senang dengan adanya pelayanan kesehatan ini. karena warga di sini untuk melakukan pelayanan kesehatan membutuhkan waktu yang lumayan jauh dan harus menuruni anak tangga sekitar 1300. Kehadiran MRI ini sangat membantu warga di sini, terima kasih MRI,” ungkapnya.

Sudah lama saya sakit pinggang, lutut, tapi tidak bisa pergi kerumah sakit. Karena rumah sakitnya jauh, saya tidak punya uang untuk ongkos becak. Alhamdulillah ada pengobatan gratis,ā€¯tuturnya dengan sumringah.