Manfaat Kerang Tiram untuk Kesehatan

Jakarta, relawan.id – Kerang tiram atau yang sering disebut oyster adalah salah satu jenis kerang yang banyak dikonsumsi. Selain dagingnya yang lezat, kerang ini juga mengandung banyak manfaat.

Beberapa nutrisi penting seperti protein, mineral, asam lemak, omega 3 dan vitamin terkandung dalam tiram. Ditambah lagi dengan kandungan vitamin B12, tembaga dan seng. Tiram juga termasuk dalam jenis makanan laut yang paling sedikit terpapar logam berat.

Tiram aman dikonsumsi dalam jumlah banyak dengan catatan diolah dengan benar. Sebaiknya hindari makan tiram dalam bentuk mentah karena rentan akan bakteri dan virus. Jika dimasak dengan benar maka kita akan memperoleh manfaat baik dari kerang ini.

Tapi tahukah kamu bahwa keunggulan dari kerang jenis ini tak hanya soal rasa saja? Oyster atau kerang tiram ternyata memiliki banyak manfaat yang baik bagi kesehatan lho.

1. Membantu meningkatkan kualitas otak

Dalam kerang tiram terdapat vitamin B12 dan omega 3 yang berfungsi meningkatkan kualitas otak, terutama kemampuan dalam daya berpikir dan mengingat.

Vitamin B12 menghasilkan mielin yang berguna untuk menjaga saraf otak, daya ingat dan kestabilan pikiran maupun perasaan. Sementara, kekurangan Vitamin B12 dapat mengakibatkan depresi dan dementia.

Selain itu, omega 3 juga berfungsi untuk meningkatkan pengembangan sel-sel otak sehingga mempengaruhi kekuatan dalam berpikir.

2. Menjaga kesehatan kulit

Kerang tiram dapat membantu menjaga kulit agar tetap sehat, hal ini disebabkan oleh kandungan zink dan protein tinggi yang dapat merangsang pembentukan kolagen di dalam tubuh. Kolagen berfungsi untuk mengencangkan kulit sehingga akan terasa lebih segar dan kenyal.

Selain itu, kolagen juga mencegah kulit berkerut yang menyebabkan penuaan dini dan mencegah timbulnya jerawat.

3. Menjaga kesehatan tulang

Menjaga kesehatan tulang sangat penting, hal ini juga sebagai cara untuk mencegah terjadinya oesteoporosis (tulang keropos), rakitis, kelainan tulang, oesteogenesis, dan oesteomalacia. Kerang tiram memiliki kandungan kalium yang bagus untuk pembentukan kalsium demi membantu menjaga tulang agar tetap sehat.

4. Mengatasi anemia

Kandungan zat besi di dalam kerang tiram memiliki peran untuk pembentukan hemoglobin. Hemoglobin berfungsi mengikat oksigen yang dialirkan dari paru-paru ke seluruh sel-sel jaringan dalam tubuh. Hemoglobin juga akan mengikat oksigen dalam darah sehingga membuat darah berwarna merah pekat dan membantu peredaran darah agar dapat berjalan dengan lancar. Kekurangan hemoglobin dapat menyebabkan anemia atau kekurangan darah merah.

5. Sebagai antioksidan

Kerang tiram mampu menghasilkan senyawa dihydroxy 4 methoxybenzyl alcohol yang merupakan senyawa antioksidan. Antioksidan berfungsi melindungi tubuh dari serangan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan bagi tubuh dan menyebabkan timbulnya penyakit.

Beberapa penyakit yang kaitannya dengan radikal bebas adalah hipertensi, masalah paru, diabetes, hingga kanker.

6. Menjaga kesehatan mata

Kandungan seng atau zink yang terdapat dalam kerang tiram dapat membantu menjaga penglihatan kamu. Konsumsi kerang tiram atau oyster secara teratur dapat menjaga mata dari gangguan berbagai penyakit mata, seperti katarak, nyctalopia atau rabun senja dan penurunan fungsi makula. Zink berfungsi untuk mereduksi vitamin A yang ada pada tubuh untuk meningkatkan fungsi penglihatan.

7. Menurunkan berat badan

Osyter atau kerang tiram memiliki protein yang tinggi namun rendah kalori sehingga sangat cocok bagi kamu yang memiliki keinginan untuk menurunkan berat badan. Protein menghasilkan peptida dan cholecystokinin. Peptida merupakan hormon protein yang berfungsi dalam kerja metabolisme tubuh, salah satu bentuk dari hormone peptida yakni insulin.

Lalu, cholecystokinin merupakan hormon pencernaan dalam tubuh yang terletak di usus 12 jari. Hormon Choleystokinin berfungsi untuk mengeluarkan enzim di daerah pankreas maupun empedu yang dapat memperlancar proses pencernaan. Peptida dan Cholecystokinin ini dapat menghambat rasa lapar dan menyebabkan tubuh merasakan kenyang dalam waktu yang lebih lama.