MRI Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina di Beberapa Daerah

Jakarta, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan puluhan ormas menggelar aksi solidaritas untuk Palestina mengecam “Deal of Century” yang diumumkan pemerintah Amerika, Jumat (7/2/2020). Aksi ini dilakukan di beberapa daerah seperti Aceh, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Nusa Tenggara Barat dan daerah lainnya.

Aksi ini dilakukan untuk mengajak masyarakat peduli terhadap kondisi Palestina saat ini, pasalnya masyarakat Palestina masih mengalami krisis kemanusiaan sampai sekarang. Perekonomian negara ini terus memburuk, sebagian besar warganya kehilangan mata pencaharian.

Palestina, tercatat dalam sejarah sebagai negara yang pertama kali mengakui Indonesia merdeka, kini justru dalam keadaan terjajah. Merespons hal tersebut, MRI menggelar aksi solidaritas untuk Palestina dengan tema ‘Selamatkan Al-Quds’.

“Aksi ini adalah wujud nyata keberpihakan kita dalam upaya mendukung masyarakat di Palestina agar merdeka,” ujar Head of Eksekutif MRI, Cipto Sugiarto, Jumat (7//2/2020).

Cipto berharap melalui aksi tersebut umat muslim maupun masyarakat lainnya bisa memiliki kesadaran tentang perjuangan Palestina. “Artinya kita harus punya kesadaran merata tentang bagaimana kita perlu memperjuangkan Palestina dan sebagai muslim atau sebagai manusia,” katanya.

Sebelumnya Negara-negara anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam) sepakat menolak Deal of Century gagasan Amerika – Zionis.

OKI menyerukan pemerintah Amerika untuk komitmen dengan referensi hukum internasional yang sudah disepakati untuk mewujudkan perdamaian yang adil, permanen dan utuh di Kawasan Timur Tengah.

OKI menuding penjajah Israel bertanggungjawab atas memburuknya situasi di Palestina akibat pengingkaran terhadap kesepakatan internasional dan berlanjutnya penjajahan, aneksasi, pembangunan permukiman, rasisme, pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina di tanah air mereka yang terjajah.

OKI menuding Israel memperkuat penjajahan dan aneksasi wilayah Palestina. Masyarakat internasional diminta untuk menghadapi tindakan ini dengan langkah tegas dan sepadan.

Pekan lalu, presiden Amerika Donald Trump dalam konferensi pers di Washington mengumumkan Deal of Century yang dihadiri PM Israel Benjamin Netanyahu.

Rencana AS yang mendapatkan reaksi penolakan dari rakyat Palestina berisi pendirian negara Palestina dalam bentuk “kepulauan” yang dihubungkan oleh jembatan dan terowongan dan menjadikan Al-Quds sebagai Ibu kota “tidak terbagi-bagi” bagi Israel.