Terjebak Banjir, MRI Kalsel Bantu Lansia Penyandang Tuna Netra

Kalsel, relawan.id – Banjir yang melanda sebagian wilayah Kalimantan Selatan sejak Rabu (5/2/2020) lalu, mengetuk para relawan untuk bergotong-royong membantu warga. Termasuk para relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Selatan.

Sejak hari pertama air Sungai Tabalong meluap akibat curah hujan tinggi, relawan MRI-ACT sudah bergerak ikut membantu evakuasi warga terdampak. Kabupaten Tabalong menjadi wilayah terdampak paling parah.

“Ketinggian air dari 40 sampai 150 cm,” terang salah satu relawan MRI Fuad Amina.

Namun, memasuki hari keempat, banjir meluas ke Kabupaten Balangan dan Hulu Sungai Utara. Hal ini menyebabkan jumlah warga terdampak otomatis bertambah.

“Di Tabalong kemarin mencapai 500 KK (kepala keluarga) warga terdampak, sedangkan di Balangan saat ini ada sekitar 200 KK yang terdampak,” ujar komandan aksi tim respon banjir ACT Kalsel, Muhammad Riadi, Senin (10/2/2020).

Merespon banjir yang makin meluas, ACT menurunkan tim rescue ke Desa Tanah Habang Kiri RT 03, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan dan Desa Tebing Liring RT 01, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Menyiasati keterbatasan sarana, tim melakukan evakuasi mengunakan ban dalam mobil besar yang di modifikasi agar bisa mengangkut orang dan barang berharga.

Suasana haru terlihat saat tim melakukan evakuasi terhadap Saniah. Seorang lansia penyandang tuna netra berusia 60 tahun. “Beliau kedinginan di dalam rumah, jadi kami bantu pindahkan ke pengungsian saja,” kata Riadi.

Saniah sampai menangis terharu dengan pertolongan para relawan. “Aku tulak lah (Saya berangkat yaa),” gemetar suara Saniah berpamitan kepada sang cucu yang masih berada di dalam rumah.

Tak hanya itu, ACT dibantu MRI membagikan bantuan berupa popok bayi dan pembalut wanita. Bantuan ini disambut gembira oleh warga. Selamet selaku Kepala Desa yang mewakili warga menyampaikan terima kasih atas bantuan yanh telah diberikan. “Terima kasih untuk para dermawan,” pungkasnya.