MRI Ajak Masyarakat Ringankan Penderitaan Palestina

Jakarta, relawan.id – Sepanjang berlangsungnya konflik Israel-Palestina selama dua dasawarsa, banyak nyawa melayang akibat serangan yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Mereka yang berada di Gaza dan sekitarnya, terus mengalami penderitaan akibat serangan brutal para tentara zionis Israel. Tak hanya serangan darat, udara dan laut pun Israel gencarkan untuk menyerang Palestina. Akibatnya ratusan warga sipil tewas, dan sekitar ratusan rumah serta keluarga yang berada di dalamnya hancur dan tewas karenanya.

Bukan hanya nyawa yang melayang, Gaza juga juga menderita kerugian materi ditengah berbagai krisis yang sudah bertahun–tahun akibat blokade Israel. Otoritas di Gaza melaporkan sekitar 500 tempat tinggal para keluarga Gaza rusak secara parsial dan 30 tempat tinggal rusak total. Hal yang membuat miris ialah disaat kesulitan ekonomi, kelaparan terlebih lagi musim dingin yang menusuk sudah mulai dan akan berlangsung berbulan–bulan kedepan.

Saat ini sekitar ribuan pejuang Palestina cacat permanen akibat terkena peluru dan ledakan bom dan setiap saat terus bertambah karena serangan ziionis Israel yang tak pernah berhenti.

“Dalam cacat tidak bisa jalan, tapi mereka tetap semangat bertahan hidup dan doa mereka terus terpanjatkan. Ya Rabb izinkan dan mudahkan kami untuk bisa terus menjadi pejuang pembebas Baitul Maqdis, dan wafatkan kami dalam perjuangan itu,” ujar Sekjen Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Ibnu Khajar, Rabu (12/2/2020).

Jalur Gaza dan Tepi Barat telah menjadi subyek negosiasi antara Israel dan PLO dan berbagai pernyataan dan resolusi oleh PBB. Sejak 1994, Otoritas Palestina (PA) yang otonom telah melakukan berbagai tingkat kontrol di sebagian besar wilayah, sebagai hasil dari Deklarasi Prinsip yang terkandung dalam Kesepakatan Oslo.

Pemerintah Amerika Serikat menganggap Tepi Barat dan Gaza sebagai entitas tunggal untuk tujuan politik, ekonomi, hukum dan lainnya.

Oleh karena itu, Ibnu mengajak kepada seluruh masyarakat untuk membantu meringankan beban masyarakat Palestina dengan memberikan bantuan dan doa agar masyarakat Palestina menjadi kuat menghadapi penderitaan mereka.

“Saudara-saudara kita di Palestina menjadi kuat bukan karena negara tetapi karena ada Masjidil Aqsa yang merupakan kiblat pertama umat Islam. Mereka berusaha kuat mempertahankan Masjid tersebut dari rongrongan Zionis Israel. Oleh karena itu, ayo kita bantu meringankan penderitaan saudara kita di Palestina dengan harapan semoga kedepannya saudara kita di sana agar bisa menjalankan kehidupan sebagaimana mestinya,” katanya.