Antisipasi Virus Corona, MRI dan ACT Bagikan Masker di Natuna

Natuna, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kabupaten Natuna membagikan masker dan suplemen daya tahan tubuh kepada masyarakat di Jalan Lingkar Pulau Natuna, Kecamatan Bunguran Timur, Rabu (12/2/2020).

Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan antisipasi penularan virus Corona, mengingat virus ini telah menelan korban hingga ribuan. Oleh karena itu, masker adalah alat untuk pencegahan terhadap virus mematikan ini.

Selain itu, Kabupaten Natuna menjadi wilayah observasi dan karantina WNI yang dievakuasi dari China terkait virus Corona baru. Sebanyak 238 WNI menjalani observasi selama 14 hari.

Meski pemerintah telah memastikan WNI yang dikarantina di Natuna dinyatakan sehat, tapi masyarakat Natuna ikut mengantisipasi penyebaran virus dengan menggunakan masker dalam kegiatan sehari-hari. Kesediaan masker sempat menjadi barang langka di Natuna.

Merespons hal tersebut, MRI Kabupaten Natuna membantu ACT Kepulauan Riau membagikan masker di wilayah Natuna. Sebanyak 500 masker beserta suplemen untuk daya tahan tubuh dibagikan pekan lalu.

Sebelas orang relawan MRI Natuna membagikan 500 masker untuk masyarakat yang lalu lalang di jalan Lingkar Pulau Natuna. Tepatnya di depan Kompleks Masjid Agung Natuna, Kecamatan Bunguran Timur.

“Hal ini dilakukan MRI dan ACT merespon atas keresahan masyarakat Natuna terhadap virus yang membuat ribuan orang meningga dunia,” ujar Ketua MRI Kepri, Guntar Sembiring, Kamis (13/2/2020).

Masker yang dibagikan dibawa dari Batam menuju Natuna. Guntar menyebut, masker di Natuna saat ini cukup langka dan mahal, hal itu dikarenakan Natuna menjadi wilayah observasi dan karantina WNI yang dievakuasi dari China terkait virus Corona.

Hingga kini tercatat 1.115 orang meninggal dunia dan total kasus lebih dari 42.000 terinfeksi virus Corona. Bahkan, menurut laporan pertengahan Januari lalu, setidaknya ada lebih dari 500 staf rumah sakit di Wuhan yang terdampak.

Vaksin untuk virus tersebut disebut belum ditemukan. Atas masifnya dampak penyebaran virus Corona, organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan status darurat virus Corona sejak tanggal 30 Januari lalu.