Hadapi Virus Corona, Warga Palestina Galang Solidaritas untuk China

Ramallah, relawan.id – Wabah virus corona yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada Desember lalu terus menyebar.

Hingga Ajad (16/2/2020), korban jiwa akibat virus corona sudah mencapai angka 1.665 orang. Artinya, korban jiwa akibat virus corona telah melampui wabah SARS di China pada 2002-2003 silam dengan 744 orang.

Oleh karena, itu warga Palestina menunjukkan solidaritas yang luar biasa terhadap China, di tengah perjuangannya melawan Virus Corona baru.

“Orang-orang di China melakukan upaya yang sangat besar untuk mengalahkan coronavirus dan mencegahnya menyebar hingga ke luar perbatasan,” kata Ketua Asosiasi Warga Palestina-China yang berbasis di Ramallah, Adnan Samara dikutip Xinhua, Senin (17/2/2020).

Menurut Samara, China telah mengambil langkah-langkah pencegahan dan melakukan tugasnya untuk melawan Virus Corona tersebut. “Tidak ada negara lain di dunia yang melakukan upaya lebih baik dari China,” ujarnya.

Berbicara soal cercaan yang dilakukan oleh beberapa negara terhadap China terkait coronavirus baru, Samara mengatakan bahwa itu tidak akan menodai citra Tiongkok di dunia, terutama di Palestina.

“Warga Palestina yakin bahwa China akan mengalahkan penyakit ini dalam waktu dekat,” tambah Samara.

Selain itu, di media sosial, warga Palestina memuji pemerintah China atas upayanya melawan Virus Corona baru dan mencegah penyebarannya ke negara lain.

Melalui berbagai unggahan dan komentar, mereka menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan China untuk mengendalikan wabah yang sedang merebak, seraya menyerukan kepada komunitas internasional untuk bergandengan tangan dengan China.

China telah menunjukkan transparansi yang luar biasa, mengambil langkah-langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya, membagikan semua temuan tentang Virus Corona baru kepada dunia dengan cepat, tulis warganet dalam unggahan dan cuitannya di Twitter.

Mereka juga mengatakan bahwa China telah berkomitmen untuk bekerja sama dengan negara-negara lain dalam mengevakuasi warganya, dan melakukan upaya terbaik untuk melindungi warga asing yang berada di China.

Ahmed Nassar, seorang insinyur yang pernah tinggal di China selama hampir empat tahun dan baru-baru ini kembali ke Palestina, mengatakan dirinya ingin berkunjung ke Negeri Panda secepatnya “untuk menunjukkan solidaritas bagi masyarakat di sana yang luar biasa.”

Nassar mengkritik “intimidasi media yang disengaja terkait dampak epidemi” di China, seraya mengatakan bahwa hal itu dilakukan hanya untuk “melemahkan perekonomian China.”

Warga Palestina juga menyuarakan dukungannya terhadap sebuah kampanye yang diluncurkan oleh komunitas mereka di China untuk mengumpulkan donasi. Nantinya, uang hasil donasi tersebut akan digunakan untuk membeli masker medis, peralatan medis dan pakaian pelindung untuk para dokter di China, terutama di Wuhan.

Beberapa warga Palestina dan Arab yang tinggal di China mengatakan bahwa di tengah epidemi fatal yang sedang terjadi, seluruh warga China memainkan peran masing-masing secara terorganisasi dan bertanggung jawab. Sikap itu berangkat dari rasa tanggung jawab terhadap diri mereka sendiri, orang lain dan juga bangsanya.

Sementara itu, Duta Besar China untuk Palestina Guo Wei memuji kepemimpinan Palestina atas dukungannya kepada pemerintah serta warga China dalam melawan coronavirus.

Guo mengatakan bahwa sejauh ini belum ada laporan orang yang terinfeksi coronavirus di Palestina, dan China akan terus bekerja sama dengan rakyat Palestina untuk mencegah penyebaran virus tersebut.