Dua Pekan Pasca Banjir, MRI Balangan Kunjungi Warga di Dua Desa

Balangan, relawan.id – Dua pekan berlalu sejak banjir melanda di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Sebagian besar wilayah telah pulih dan warga mulai beraktifitas seperti biasanya.

Meski demikian, para relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Balangan tak menyurutkan kepeduliannya. Pagi tadi (26/02/2020), menempuh perjalanan yang cukup berliku, tim MRI Balangan menyapa siswa-siswa di SDN Pimping Kecamatan Lampihong. Jalanan yang masih becek, berlubang dan harus melewati jembatan-jembatan kayu yang lapuk menjadi tantangan tersendiri bagi relawan.

Pantauan MRI Balangan saat banjir melanda, SDN Pimping menjadi salah satu sekolah yang terdampak parah. Air setinggi pinggang orang dewasa merendam sekolah ini, hingga seminggu lamanya.

“Akibatnya, banyak buku-buku dan prasarana sekolah yang rusak akibat air dan lumpur,” terang Ketua MRI Balangan Nurul Yaqin.

Demi menghibur siswa-siswa di sana, MRI Balangan menggelar aksi Humanity Day melalui kegiatan story telling. Nurul Yaqin yang juga adalah seorang kepala sekolah bertindak sebagai story teller. Anak-anak terlihat bahagia, terlebih setelah itu mereka mendapatkan bingkisan menarik dari para relawan.

Zainal, seorang murid kelas 6 SDN Pimping mengaku sangat senang dengan kedatangan para relawan tersebut. “Selain dapat hadiah juga sangat terhibur dengan cerita-cerita kakak relawan,” ungkapnya.

Kepala sekolah SDN Pimping Anang Abdul Gafar mengapresiasi aksi para relawan. “Ini sangat memberikan dampak positif bagi anak-anak disini. Selain terhibur, mereka juga bisa belajar sejak dini dari para relawan betapa penting nya menanam jiwa kepedulian terhadap sesama. Apalagi mereka ini generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Pihak sekolah juga sangat berterimakasih kepada MRI Balangan yang ikut membantu saat banjir terjadi. “Berkat para relawan beberapa fasilitas sekolah bisa terselamatkan, sehingga masih bisa kami pergunakan,” tuturnya.

Sebelumnya, Senin (24/02/2020) MRI Balangan juga menyambangi Desa Tanah Habang Kiri Kecamatan Lampihong untuk menyalurkan 50 paket sembako ke warga di sana. Desa Tanah Habang Kiri menjadi salah satu desa yang terisolir saat banjir melanda. Rajidin, salah seorang warga menuturkan bahwa tahun ini lebih dalam dari tahun sebelumnya. Ia juga berterima kasih atas bantuan sembako yang diantarkan para relawan.

“Alhamdulillah kami sangat senang karena bisa mencukupi kebutuhan kami beberapa hari kedepan,” pungkasnya. (MRIKalsel/Retno Sulisetiyani)