Jangan Takut, Hipertensi Bisa Dicegah Loh

Oleh: dr. Akhmad Isna Nurudinulloh

Jakarta, relawan.id – Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Hal ini berlaku juga untuk kondisi tekanan darah tinggi atau hipertensi yang telah menjadi penyebab utama dari tingginya angka kematian di dunia. Hipertensi adalah gangguan kesehatan yang sering kali telat dideteksi dan suka diremehkan. Padahal, dari hipertensi kita dapat mengalami berbagai penyakit kronis lainnya, seperti stroke, jantung coroner, gagal ginjal, dan sebagainya.

Di tengah mimpi buruk hipertensi yang menghantui, tidak sedikit pandangan di masyarakat yang menyimpulkan bahwa penyakit hipertensi terjadi oleh karena faktor keturunan. Atau banyak juga diantara masyarakat kita yang mengkambinghitamkan keturunan sebagai penyebab dirinya terkena penyakit hipertensi.

Tidak salah memang menganggap demikian, karena salah satu faktor risiko terkena penyakit hipertensi memang faktor keturunan. Dan, keturunan adalah faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi atau tidak dapat diubah. Kita tak bisa memilih terlahir sebagai keturunan yang memiliki bakat hipertensi atau tidak.

Namun, sebagian besar faktor risiko penyakit hipertensi bisa dimodifikasi dan bisa dihindari. Artinya, jika kita menerapkan kehidupan sehat ini, maka bayang-bayang gelap terkena penyakit hipertensi Insya Allah tidak akan menghampiri kita.

Oleh karena itu, untuk menghindari risiko penyakit ini kita bisa melakukan beberapa hal, yaitu

1. Menghindari Konsumsi Garam (Natrium) Berlebihan

Dengan melakukan hal ini, diharapkan kadar Natrium di dalam darah tidak berlebihan karena tingginya Natrium dapat menyebabkan retensi cairan tubuh dan menyebabkan terjadinya hipertensi.

2. Makan, Makanan Rendah Kolesterol

Secara langsung maupun tidak langsung kadar kolesterol di dalam tubuh yang berlebihan dapat mengganggu fungsi endotel pembuluh darah dan dapat menyebabkan hipertensi, bahkan juga berisiko terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke.

3. Berolahraga Rutin

Rutin berolahraga dapat menjaga fungsi pompa jantung tetap optimal. Hal ini dipercaya menjadikan tubuh tidak rentan terkena hipertensi.

4. Tidak Merokok

Nikotin yang masuk saat merokok merangsang tubuh untuk mengeluarkan zat yang dapat menyempitkan diameter pembuluh darah dan menyebabkan naiknya tekanan darah.

5. Tidak Mengkonsumsi Alkohol

Kebiasaan mengkonsumsi alkohol akan menyebabkan kerusakan endotel pembuluh darah dan mempersempit diameter pembuluh darah, dan akan berkontribusi untuk terjadinya hipertensi.

6. Menghindari Stres

Stres sering menjadi salah satu faktor risiko hipertensi pada usia muda. Stres memicu otak untuk memproduksi berbagai hormon semisal norepinephrine, dan memicu terjadinya peningkatan darah sesaat. Meskipun belum ada pembuktian lanjut bahwa stres jangka panjang dapat menyebabkan hipertensi, namun stres dapat memicu kita untuk berperilaku tidak sehat yang memicu hipertensi, seperti merokok, makan berkolesterol tinggi, malas berolahraga, dan lain-lain.

7. Menjaga Berat Badan Ideal

Dalam Jurnal The Lancet, Body Mass Index (BMI) mulai 23 kg/m2 penduduk Asia mulai meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular termasuk hipertensi.

Setidaknya, dengan menjaga pola hidup sehat, kita dapat menghindari diri kita untuk terkena penyakit hipertensi, meskipun kita memiliki faktor risiko keturunan hipertensi. Mudah-mudahan Allah Ta’ala senantiasa menjaga kesehatan kita, Aamiin.