Tiga Bulan Pasca Kebakaran, MRI Kotabaru Masih Dampingi Warga Desa Sungai Bali

Kotabaru, relawan.id – Tiga bulan sudah sejak kebakaran besar yang menghanguskan 162 rumah di Desa Sungai Bali Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Tak banyak yang berubah lokasi eks kebakaran itu masih menyisakan puing-puing bangunan bekas terbakar. Hanya saja, kini kondisinya sudah rata dengan tanah. 

Merespon hal itu, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kotabaru menyampaikan amanah dari dermawan dengan memberikan sepuluh paket sembako untuk sepuluh lansia di sana, Ahad (1/3/2020) kemarin.

Kegembiraan terpancar di wajah mereka, salah satunya Jumrah, wanita berusia 72 tahun yang kerap disapa Nini Jumrah itu terlihat sumringah. 

“Terima kasih… Terima kasih.., semoga selalu sehat dan bertambah rezeki buat dermawan dan para relawan, mudah-mudahan bisa ke sini lagi nanti biarpun tidak membawa apa-apa,” harapnya sambil tersenyum.

Sebagai mitra Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalsel, MRI Kotabaru juga melakukan koordinasi dengan aparat desa terkait program recovery pasca bencana. 

“Alhamdulillah program recovery sudah berjalan, yaitu renovasi langgar. Selanjutnya akan dibangun sumur wakaf untuk menjawab kebutuhan air bersih di Desa Sungai Bali,” terang Ketua MRI Kotabaru, Hamas Al Qosam. 

Hamas, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa proses renovasi langgar sudah hampir rampung. “Saat ini tinggal menyelesaikan pengecatan bagian kubah, menara dan pemasangan keramik pada les samping atap, setelah itu akan dilanjutkan lagi pembuatan WC dan fasilitas sanitasi langgar agar bisa dimanfaatkan oleh warga dengan nyaman,” katanya. 

Hamas menambahkan bahwa hingga kini warga masih mengalami kesulitan air bersih karena jalur distribusi ikut terbakar dan sebagian sumber air warga telah terkontaminasi air laut (asin). 

“Insya Allah dengan sumur wakaf ada 60 rumah warga yang akan mendapatkan air bersih,” imbuhnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua MRI Kalsel Ahmad Muhajir mengajak warga Kalsel untuk terus mengulurkan kedermawanan untuk Sebuku. “Kondisi krisis air di Sebuku patut menjadi perhatian kita. Bersama ACT Kalsel, Insya Allah para relawan akan terus mendampingi warga di Sebuku,” pungkasnya.(MRI Kalsel/Retno Sulisetiyani)