Haul Guru Sekumpul ke 15, MRI Kalsel Sebar Relawan Layani Jamaah

Banjar, relawan.id– Haul Guru Sekumpul telah menjadi gelaran tahunan di Kalimantan Selatan. Setiap tahun jutaan jamaah berkumpul demi mengingat salah satu ulama besar di Indonesia itu. Berkah kebaikan ternyata selalu mewarnai gelaran tersebut. Salah satunya, berbondong-bondongnya generasi muda yang turun menjadi relawan. Bahkan, setiap tahun disebutkan semakin bertambah.

Tahun ini, di tahun ke 15 Haul Guru Sekumpul, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kalimantan Selatan (Kalsel) juga tak mau ketinggalan ambil bagian. Dengan semangat menebar kebaikan, sebanyak 17 relawan disebar untuk bergabung ke beberapa titik posko. Bertugas sejak Jumat (28/02/2029) hingga Senin (02/03/2020), berbagai aksi kemanusiaan dilakukan para relawan. 

“Total ada 8 posko, berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan kelompok masyarakat yang tersebar di Martapura, Banjarbaru, Lok Baintan dan Anjir Muara,” ujar Ketua MRI Kalsel Ahmad Muhajir. 

Muhajir menyebut tim relawan memberikan layanan sesuai keahlian masing-masing, mulai dari tim kesehatan, distribusi makanan, hingga tim pengatur lalu lintas di jalan.

Menurutnya, Haul Guru Sekumpul menjadi sebuah event kemanusiaan terbesar di Kalsel. “Alhamdulillah kami bisa terlibat dan tentu Saya sampaikan terima kasih kepada para relawan yang tak kenal lelah membantu jamaah,” ucapnya. 

Kesan mendalam rupanya dirasakan salah satu relawan, Muhammad Arsyad, yang jauh-jauh datang dari Kabupaten Balangan. Menempuh perjalanan 180 km, Arsyad bergabung ke posko di Jl Trikora Banjarbaru. 

“Ini pengalaman pertama Saya jadi relawan haul Guru Sekumpul. Senang sekali rasanya karena bisa membantu jamaah. Senyum dan ucapan terima kasih dari mereka jadi penyemangat,” ucapnya.

Tak hanya itu, Arsyad mengaku tambah senang ketika Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor menjadi salah satu jamaah yang memeriksakan kesehatan di posko tempatnya bertugas. Gubernur yang kerap disapa Paman Birin itu rupanya sedang melakukan pemantauan ke posko-posko relawan.

“Nggak nyangka bisa ketemu Paman Birin di sini,” aku Arsyad yang berniat untuk kembali jadi relawan tahun depan. (MRI Kalsel/Retno Sulisetiyani)