GHR-ACT Distribusikan Bantuan untuk Korban Kerusuhan di New Delhi

New Delhi, relawan.id – Kerusuhan antar-agama di Ibukota India telah menewaskan setidaknya 37 jiwa, ratusan orang luka-luka, dan permukiman warga muslim pun dibakar termasuk masjid-masjid di New Delhi. Kerusuhan yang dipicu perbedaan pendapat terhadap UU ‘Anti Muslim’

Merespon hal itu, Global Humanity Response – ACT memberikan bantuan berupa paket pangan dan santunan kepada sejumlah keluarga korban kerusuhan New Delhi, Sabtu (7/3/2020) dan Ahad (8/3/2020). Bantuan pangan dibagikan di salah satu masjid di Chand Bagh, New Delhi.

Salah satu, tim Global Humanity Response – ACT, Sucita Pri Ramadinda menerangkan, bantuan tersebut merupakan tahap pertama. ACT akan berikhtiar memasok bantuan selanjutnya untuk para korban. “Ahad baru sepuluh paket untuk sepuluh kepala keluarga. Insyaallah, bantuan berikutnya segera kami implementasikan,” katanya, Senin (9/3).

Masing-masing paket pangan terdiri dari 10 kilogram tepung gandum utuh, 5 kilogram beras, gula, minyak goreng, teh, garam, dan bumbu masak india. “Insya Allah hari ini kembali akan dilanjutkan pembagian bantuan paket pangan untuk 90 keluarga lainnya di sana,” kata Sucita.

Menurut laporan tim di lapangan, sejauh ini kondisi di New Delhi belum benar-benar kondusif. Sejumlah pihak masih mengawasi pergerakan muslim di New Delhi. Sebab itu, tim tetap masih mempertimbangkan faktor keamanan.

“Mohon doa kepada sahabat dermawan agar implementasi dan tugas tim di New Delhi berjalan lancar. Distribusi juga berjalan,” kata Sucita.

Selain pangan, ACT juga menyampaikan bantuan uang tunai untuk para korban. Hafiz Shah Nawaz, salah satu penerima bantuan yang rumahnya hancur terbakar setelah diledakkan dengan tabung gas, amat bersyukur atas bantuan yang diterima.

Hafiz adalah korban selamat yang saat ini menyintas dengan keadaan yang ada. Sebelum kerusuhan, Hafiz memiliki usaha di kawasan Shiv Vihar, Delhi.

Penerima bantuan tunai lainnya, Abu Jaha, rumahnya juga hancur dan hangus di kawasan yang sama. Selain Hafiz dan Abu Jaha, bantuan uang tunai juga diberikan kepada Hatunnisa. Dua anak Hatunnisa menjadi korban di antara 47 korban jiwa.