MRI Sumut Gelar Ngobrol Kemanusiaan Bersama Fauzi Baadila

Sumut, relawan.id – Derita masyarakat Suriah tampaknya tak kunjung berakhir, mereka terpaksa harus kehilangan rumah, keluarga, pekerjaan, hingga masa depan. Hal itulah yang diungkapkan Aktor Fauzi Baadila dalam acara “Ngobrol Kemanusiaan Bersama Fauzi Baadila” di Hotel GranDhika, Medan, Sumatara Utara, Sabtu (7/3/2020).

Acara yang digelar Masyarakat Relawan Indonesia(MRI) Sumut ini dihadiri ratusan relawan, dan mereka terlihat sangat antusias untuk menghadiri acara ini.

Humas MRI Sumut, Rommy Falsa mengatakan kegiatan ini digelar agar para peserta mengetahui keadaan Suriah yang hingga kini masih dalam keadaan yang berkecamuk perang, terlebih di kota Idlib.

“Saya berharap relawan yang hadir dapat memberikan informasi kepada orang lain agar dapat terus peduli kepada Suriah dengan menyalurkan bantuan terbaik melalui MRI-ACT Sumut,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Fauzi Baadila menceritakan bagaimana kondisi mereka yang masih dirundung konflik dan terpaksa harus tinggal di bawah terpal, kelaparan, kehausan, dan mereka harus selalu siap jika ada senjata dan bom yang siap menghantam mereka.

“Tinggal cuma di bawah terpal, enggak ada makanan, enggak ada minuman, dan setiap saat ada rudal, ada suara senapan mesin gitu,”cerita Fauzi Baadila.

Menurut Fauzi, selama perjalanannya di Suriah, ia mengunjungi berbagai panti dan tempat penampungan-penampungan. Di sana, pria berusia 38 tahun itu juga menemui banyak korban perang yang kehilangan anggota tubuhnya.

Fauzi mengaku terenyuh saat melihat kesengsaraan masyarakat di sana. Ia membandingkannya dengan kehidupan yang nyaman dan tentram di Indonesia.

“Saat saya pergi dari kota itu, di kota tetangganya, Idlib atau Aleppo kena bom lagi, ada beberapa belas yang meninggal,” katanya.

Menurut Fauzi, dirinya tak terlalu khawatir saat memilih untuk berangkat ke Suriah. Sebagai pria, dia bahkan merasa harus melihat kenyataan pahit dalam hidup untuk membuka wawasannya bahwa hidup memang tak selamanya indah.