Dampak Gempa, Relawan MRI-ACT: Warga Memilih Tidur di Luar

Bogor, relawan.id – Warga di Kampung Cisalada, Dusun 3, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, memilih bermalam di luar rumah usai gempa yang berpusat di Sukabumi mengguncang pukul 17.18 WIB, Selasa (10/3/2020).

Gempa bermagnitudo 5,0 merusak 134 rumah di Kampung Cisalada. Relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) Bogor, Ahmad Nasir mengatakan warga memilih mengungsi dan meninggalkan rumah, karena khawatir bakal ada gempa susulan.

“Hingga tengah malam, berdasarkan hasil asesmen kami, 20 rumah rusak berat, 112 rusak ringan, dua rumah rusak sedang, tiga mushala rusak berat, dan sebuah sekolah rusak ringan,” ujarnya.

Data tersebut diperoleh Tim MRI Bogor dari 6 RT dan 2 RW dengan total 465 jiwa. Nasir mengatakan, sebagai bantuan darurat, warga membutuhkan makanan siap saji, obat-obatan, dan alas tidur.

Hal itu juga terjadi di Kampung Jayanegara, Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Hingga pukul 02.00 listrik masih padam di desa tersebut. Siti Maryam juga melaporkan, sejumlah 101 jiwa mengungsi di pos penyintas yang berlokasi di pabrik teh.

“Kami melihat adanya bayi dan balita. Bantuan yang dibutuhkan anatara lain makanan siap santap, air minum, termasuk kebutuhan makanan bayi dan popok bayi,” lapor Maryam.

Sementara itu, Tim Disaster Emergency Response MRI-ACT mengatakan, hingga Rabu (11/3) pagi, MRI Bogor masih melakukan asesmen. Rabu pagi, warga yang rumahnya tidak rusak sudah kembali ke rumah.

“Lebih lanjut, tim akan mengikhtiarkan posko kemanusiaan di Bogor dan Sukabumi untuk distribusi bahan pangan,” kata Daryadi.

Gempa bumi bermagnitudo 5,0 terjadi Selasa (10/3) sore berpusat di darat 13 kilometer timur laut Kabupaten Sukabumi. Gempa terasa kuat di Kabupaten Bogor dan Sukabumi. Sejumlah wilayah terdampak dengan skala MMI yaitu, IV-V Cikidang, IV-V Ciambar, IV-V Cidahu, IV-V Kelapa Nunggal, III Panggarangan, II-III Bayah, dan II-III Citeko.