Dua Indikator Tubuh Anda Sehat dan Cara Menghitungnya

Oleh : dr. Akhmad Isna Nurudinulloh

Jakarta, relawan.id – Memiliki tubuh yang sehat adalah impian semua orang. Ketika sedang sehat, aktivitas apa pun bisa dilakukan dengan baik. Sebaliknya, ketika sakit, untuk urusan makan atau tidur saja kadang kala terasa tidak nyaman. Pentingnya kesehatan memang perlu disadari sejak awal. Bagaimana pun, melakukan pencegahan lebih efektif dan bijak daripada harus berobat ke dokter.

Kesehatan tubuh adalah sesuatu yang harus dijaga. Kesadaran diri menjadi salah satu kunci untuk menjaga kesehatan, karena tanpa kesadaran kita tak akan bisa melakukannya. Kini banyak orang mulai menyadari akan pentingya menjaga kesehatan, hal itu terlihat dari postingan dan perbincangan mengenai pola makan, diet yang sehat dan berolahraga.

Dan perlu Anda ketahui, tidak sakit bukan berarti Anda benar-benar sehat, karena tidak sedikit masyarakat yang masih kebingungan indikator apa saja yang menjadi acuan penting tercapainya tubuh yang sehat menurut dunia medis, dan bagaimana cara menghitungnya.

Mayoritas goal atau tujuan dari diet yang sehat dan berolahraga di masyarakat adalah mendapatkan tubuh yang ideal. Goal tersebut tidak salah, mengingat tubuh yang ideal bukan hanya baik secara estetika, namun juga baik dari segi kesehatan secara umum. Selain itu, tubuh yang ideal menjadi parameter bahwa tubuh tidak rentan terkena penyakit-penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke, dan diabetes mellitus tipe 2 ketimbang tubuh yang overweight ataupun obesitas.

Ada dua indikator yang bisa dijadikan penilaian kondisi tubuh yang sehat menurut dunia medis, antara lain :

Body Mass Index (BMI)

Body Mass Index adalah angka yang menjadi penilaian standard di dunia kesehatan, yang menunjukkan tubuh kita berada di kategori normal, berat badan berlebih (overweight atau pre-obesitas), obesitas, atau mungkin kurang.

Secara tidak langsung, BMI juga dapat menginformasikan kepada kita mengenai risiko penyakit kardiovaskular yang dapat menjangkit ke tubuh kita. Misalnya, penduduk Asia dengan BMI mulai dari 23 kg BB/m2, maka risiko kejadian penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, stroke, dan penyakit jantung menjadi meningkat ketimbang yang BMI-nya normal.

Cara menghitung BMI adalah dengan membagi berat badan kita dalam satuan Kilogram (Kg) dengan tinggi badan kita dalam satuan meter (m) yang dikuadratkan. Rumusnya seperti tampak pada gambar :

Setelah terhitung BMI tubuh kita, langkah selanjutnya adalah dengan mencocokan BMI kita kepada nilai standard BMI penduduk Asia sebagaimana terangkum di tabel berikut :

Nah, bagaimana, menghitung BMI mudah bukan? Lalu, berada di kategori manakah BMI kita? Ayo berjuang untuk senantiasa berada di nilai normal.

Lingkar Pinggang/ Lingkar Perut

Tidak semua orang dengan BMI normal, ternyata sehat menurut ilmu kedokteran. Pun, masih banyak masyarakat di sekitar kita yang BMI-nya normal tetapi perutnya buncit.

Ada satu hal lain yang dapat dipantau dan diukur dengan mudah, namun memberikan banyak sekali informasi kesehatan, yakni : lingkar pinggang atau lingkar perut. Secara tidak langsung, lingkar pinggang dalam memberi gambaran kasar mengenai persentase lemak total tubuh kita (Total Body Fat) maupun lemak di dalam perut kita (Visceral Body Fat).

Selain itu, lebih lanjut di bidang kedokteran, lingkar pinggang juga menjadi salah satu kriteria penilaian sindrom metabolik, suatu sindrom yang meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke.

Lalu, apa indikator yang baik dari lingkar pinggang agar kita terhindar dari salah satu kriteria sindrom metabolik ini? Hindari ambang lingkar pinggang lebih dari 90 cm pada pria dan lebih dari 80 cm pada wanita. Dengan lingkar pinggang yang normal, atau tidak melebihi nilai ambang, maka kita telah menghindari salah satu kriteria dari sindrom metabolik.

Kemudian bagaimana cara yang tepat dalam mengukur lingkar pinggang?

Pertama, pastikan baju dalam keadaan terangkat atau terbuka sehingga perut dan pusar terlihat jelas. Kemudian, ukur menggunakan pita meteran fleksibel seperti yang ada di tukang jahit, lingkari mulai dari bagian pusar atau sedikit di atas pusar hingga ujung pita bertemu pita kembali.

Kesimpulan

Sebenarnya banyak sekali indikator tubuh yang sehat, tetapi kedua hal tersebut, BMI dan lingkar pinggang atau perut, cukup banyak memberi informasi kepada kita apakah tubuh kita dalam keadaan sehat yang sebenarnya atau dalam keadaan berisiko memiliki berbagai masalah atau penyakit di kemudian hari.

Mudah-mudahan kedua indikator ini dapat dengan mudah diaplikasikan dan dapat memberi semangat dalam pola hidup sehat kita, termasuk diet dan olahraga. Ingat, sehat adalah tujuan dari pola hidup kita, maka kedua nilai di atas tentu menjadi salah satu acuan penting kita. Semoga bermanfaat. #TubuhSehatIbadahKuat