Respon Gempa di Sukabumi, MRI-ACT Distribusi Logistik di Desa Purwabakti

Bogor, relawan.id – Gempa bermagnitudo 5.0 yang berpusat di Sukabumi merusak sejumlah rumah warga. Salah satunya di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Puluhan rumah warga di sana rusak akibat terdampak dari gempa yang terjadi pada Selasa (10/3) lalu.

Oleh karena itu, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kabupaten Bogor melakukan distribusi logistik di Kampung Padajaya dan Kampung Cigarehong, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan. Bantuan tersebut berupa beras, tikar alas, vidoran UHT, air mineral, kebutuhan bayi, dan perempuan.

“Sekitar 14 KK atau 57 jiwa penerima manfaat di Kampung Padajaya, dan 30 KK atau 105 jiwa di Kampung Cigarehong. Hingga kini MRI dan ACT tengah melakukan penjajakan lokasi calon posko logistik di Kampung Cisalada serta koordinasi dengan pihak desa,” ungkap relawan MRI Bogor, Ardiansyah.

Sementara itu, dari 22 kampung yang ada di Desa Purwabakti, sekitar 15 kampung terdampak dengan tingkat dampak kerusakan yang berbeda. Menurut laporan di lapangan, Kampung Cisalada yang paling banyak jumlah terdampaknya sekitar 124 KK atau 465 jiwa.

“Kebutuhan mendesak yaitu alas tidur atau selimut, kebutuhan bayi, kebutuhan perempuan, air mineral, makanan siap saji, obat-obatan dan personal hygienis,” tuturnya.

Sebelumnya, sebanyak 644 rumah di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami kerusakan akibat dampak gempa bermagnitudo 5,0 yang mengguncang Sukabumi, Selasa (10/3). Ratusan rumah tersebut tersebar di tujuh desa dengan kategori kerusakannya ringan hingga berat.

Camat Pamijahan, Rosidin menyebut dari tujuh desa yang terdampak, kerusakan bangunan paling banyak terjadi di Desa Purwabakti dan Desa Cibunian.

Kecamatan Pamijahan disebut-sebut sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Bogor yang masuk zona merah rawan bencana alam yaitu longsor, angin puting beliung, banjir bandang dan gempa.

“Sosialisasi sering kita lakukan, disampaikan bahwa wilayah kita memang zona merah rawan bencana. Bencana di sini yang sering itu longsor, angin puting beliung, banjir bandang. Seringnya itu longsor. Makanya kalau hujan, kita waswas,” tutur Rosidin.