Tujuan Hidupku Mulai Terbentuk di Kayseri, Turki

Oleh: Aulia Darma Maulida

Kayseri, relawan.id – Aku kembali ke Kayseri, kembali pada rutinitas Aku sebagai seorang pelajar yang menggantungkan cita-cita sangat tinggi, tinggal di tempat yang sepenuhnya berbeda selama 18 tahun terakhir, kesusahan berkomunikasi berarti kesusahan akan segalanya.

Menghadapi diskriminasi, kerap kami alami, mereka menganggap kami sebagai pengungsi padahal kami seorang pelajar di sini, jauh dari orangtua membuat Aku sangat mengerti bahwa kehidupan Aku yang dulu telah berubah 180 derajat.

Mengandalkan diri sendiri adalah pilihan yang harus diambil, seluruh kenyataan ini ingin rasanya Aku menyerah, tapi keinginan itu Aku tarik kembali setelah berkunjung kepemukiman yang diisi oleh korban perang. Dari sana Aku sadar kesempatan ini tidak semua orang bisa merasakannya. Dari sini tujuan hidup Aku mulai terbentuk dan berubah menjadi lebih realistis.

Kunjungan ke Reyhanli, membawa Aku kebanyak tempat dan salah satunya adalah Rumah Sakit Pusat Rehabilitasi Korban Perang yang berisi banyak tentara Suriah, korban perang yang terkena tembakan, pemboman dan lain-lain.

Dampak yang mereka alami mulai dari kerusakan saraf otak akibat peluru, kehilangan pendengaran hingga kehilangan kaki akibat kejatuhan bom. Kisah luar biasa ini dilengkapi dengan kehadiran seorang dokter Rehabilitasi Medik asal Suriah lulusan Inggris yang pulang untuk bisa mengabdikan diri pada rumah sakit ini, selain itu, banyak juga perawat yang luar biasa kreatif karena mereka kekurangan dana untuk bisa memenuhi fasilitas rumah sakit.

Seluruh kisah ini menjadi sebuah pengalaman yang tidak pernah bisa digantikan oleh apapun yang membuat mimpiku menjadi dokter menjadi lebih kuat untuk bisa kucapai, mendaftar kebanyak universitas kedokteran yang menyediakan beasiswa dengan akreditasi luar biasa, bukan lagi tidak mungkin dalam pikiranku. Aku luruskan niat untuk bisa memakai rompi coklat muda ACT dengan tulisan “Relawan Tenaga Medis” itu sebagai salah satu tujuan waktu itu.

Kehidupan Aku yang selama ini akan monoton sebagai seorang pelajar tak lagi sama, hari-hari Aku dipenuhi membangun mimpi besar untuk benar-benar bisa membantu mereka, kunjungan Aku ke Reyhanli selesai sampai di sana, ada banyak cerita yang jika diceritakan bisa menerbitkan 200 halaman buku, tapi kisah Aku menjadi relawan tidak berhenti di sini.

Kisah baru ini Aku mulai disaat menjabat sebagai sekretaris di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kayseri yang mengatur hubungan antara PPI Kayseri dan masyarakat asli Kayseri. Saat itu, tujuan kami di Kayseri adalah untuk bertemu dengan orang-orang Uighur yang mengungsi ke Turki. Para pengungsi Uighur terbagi atas dua wilayah besar yaitu Kayseri dan Istanbul.

Berada di sini merupakan kesempatan yang berharga bagi kami anak-anak Indonesia untuk selalu bisa mengulurkan tangan membantu mereka, saat itulah Aku menemui karakter orang Uighur yang ketika ditanya kalian membutuhkan apa? Jawabannya “kami hanya membutuhkan kalian”, setiap kali kami menyampaikan bantuan kepada mereka baik dari PPI dan ACT, kami selalu disambut dengan pelayanan yang luar biasa.