Dewan Pembina ACT Tegaskan Bantuan untuk India Tak Terlibat Konflik Politik

Jakarta, relawan.id – Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyatakan pemberian bantuan kemanusiaan ke India adalah bersifat independen dan tak terlibat dalam konflik politik.

Dewan Pembina ACT Syuhelmaidi Syukur mengatakan prinsip lembaga itu adalah independen dalam mengimplementasikan program di mana pun. Salah satunya, adalah terkait konflik Rohingya namun pihaknya tak terlibat dalam politik.

“Termasuk ketika kami melakukan implementasi di India. Prinsip kami adalah membantu kemanusiaan merupakan kewajiban,” kata Syuhelmaidi dalam konferensi pers di Menara 165, Jakarta, Jumat (14/3/2020).

Dia menuturkan karena banyak korban yang berjatuhan, bantuan yang diberikan adalah bersifat darurat. Bantuan yang diberikan ACT berupa santunan, pangan, rumah, kesehatan dan pendidikan.

Paket bantuan itu berupa ratusan paket pangan, santunan ke keluarga korban di New Delhi, serta santunan bagi warga yang rumahnya hancur.

“Santunan kepada puluhan keluarga penerima adalah keluarga yang rumahnya hancur atau anggota keluarganya menjadi korban kerusuhan tersebut,” kata dia.

Syuhelmaidi menuturkan ACT senantiasa melaporkan semua implementasi program melalui berbagai medium, seperti media sosial dan publikasi di media massa.

Diketahui, bentrokan antara kelompok muslim dan hindu itu dipicu aksi protes terhadap Undang-Undang Kewarganegaraan. Kedua belah pihak saling serang menggunakan batu dan benda lain, serta merusak bangunan dan kendaraan.

Insiden ini menjadi kerusuhan paling parah dalam beberapa dekade terakhir. Ribuan polisi anti huru-hara dan paramiliter berpatroli di sekeliling kota.