Banjir di Bondowoso, Relawan MRI Sebut 369 Keluarga Terdampak

Bondowoso, relawan.id – Banjir bandang kembali menerjang Kabupaten Bondowoso pada Sabtu (14/3/2020). Banjir kali ini lebih parah dampaknya dibandingkan banjir sebelumnya yang terjadi pada Januari lalu. Banjir menghantam dua desa dan merusak permukiman serta fasilitas umum. Akibatnya, sebagian warga yang rumahnya mengalami kerusakan harus mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga yang tak terdampak bencana.

Dua desa yang terdampak parah banjir bandang ini ialah Desa Sempol dan Kalisat, Kecamatan Ijen. Terdapat 210 rumah di Sempol dan 106 rumah di Kalisat yang mengalami kerusakan, puluhan di antaranya rusak parah. Selain bangunan, sebanyak 369 keluarga dari dua desa terdampak banjir bandang.

Relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bondowoso, Husen mengatakan, saat ini sebagian warga telah kembali ke rumahnya masing-masing dan mengadakan pembersihan dari material lumpur dan memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan.

“Warga mulai coba untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak walau dengan dana yang terbatas,” kata Husen, Senin (16/3/2020).

Senin pagi, relawan MRI dibagi menjadi dua tim dan bergerak ke dua desa tersebut. Di sana, relawan akan kembali melakukan asesment serta membantu warga membersihkan rumah mereka. “Warga kini sedang melalukan kerja bakti,” imbuhnya.

Saat itu, ACT bersama relawan MRI telah membuka posko bencana banjir bandang Bondowoso di Desa Sempol, Kebun Kalisat Jampit (depan Kantor Afdeling Sempol). Posko ini menjadi tempat relawan berkumpul serta gudang logistik bantuan.

Banjir bandang yang menerjang Bondowoso pertengahan Maret ini diduga akibat gundulnya hutan di area pegunungan Ijen. Kebakaran beberapa bulan lalu juga menambah buruk keadaan kawasan hutan dan memancing terjadinya bencana. Saat ini, warga meminta pihak desa untuk merelokasi permukiman mereka karena khawatir bancana banjir bandang menjadi bencana rutin.