WHO Jelaskan 14 Fakta untuk Patahkan Mitos Soal Virus Corona

Jakarta, relawan.id – Pandemi virus corona sudah menjalar ke lebih 200 negara di dunia. Banyak orang yang berspekulasi cara pencegahan, penularan, hingga agar tidak tertular.

Tak dimungkiri, banyak beredar mitos di masyarakat seputar virus corona. Tak sedikit informasi yang tidak akurat atau hoaks berkembang sejak kemunculan virus Corona Covid-19.

Organisasi kesehatan dunia atau WHO mengklarifikasi berbagai mitos seputar pengobatan virus corona yang tersebar melalui banyak platform.

WHO mengeluarkan bantahan beberapa informasi yang beredar di masyarakat. Dalam hal ini, WHO juga mengimbau agar jangan mudah percaya dengan informasi dari pihak manapun tanpa validitas resmi.

Berikut relawan.id merangkum 14 fakta yang disampaikan WHO untuk menjawab mitos seputar virus Corona penyebab Covid-19. Hal ini penting untuk Anda ketahui.

1. Virus corona dapat ditularkan di daerah dengan iklim panas dan lembab. Bukti sejauh ini, penyebaran COVID-19 telah menyebar hingga lebih dari 200 negara.

Apa pun iklim suatu daerah atau negara, lakukan tindakan pencegahan agar terhindar dari terinfeksi virus corona ketika berpergian ke yang terjangkit COVID-19.

2. Cuaca dingin dan salju tidak bisa membunuh virus corona.

3. Mandi air hangat tidak bisa mencegah virus corona.

4. Virus corona tidak dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk. Hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan penyebaran virus corona dapat ditularkan melalui nyamuk.

Bukti saat ini, penyebaran virus corona melalui percikan (droplet) orang yang positif COVID-19.

5. Blower atau pengering tangan tidak efektif untuk membunuh COVID-19. Lebih baik Anda mengeringkan tangan menggunakan tisu.

6. Lampu desinfek ultraviolet tidak berguna untuk membunuh virus corona. Lampu ultraviolet akan menyebabkan gangguan kesehatan pada kulit karena radiasi UV dan bisa menyebabkan iritasi.

7. Pendeteksi suhu tubuh atau pemindai termal tidak efektif untuk mendeteksi seseorang terinfeksi virus corona. Pemindai termal berfungsi efektif untuk mendeteksi seseorang yang mengalami demam yang memiliki suhu tubuhu tinggi dari normal.

Gejala seseorang mengalami COVID-19 serupa dengan seseorang yang mengalami demam.

8. Penggunaan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh tidak akan membunuh virus yang telah masuk ke tubuh. Senyawa tersebut sangat berbahaya dan perlu adanya rekomendasi dari tenaga medis.

Senyawa alkohol dan klorin efektif untuk mendisinfeksi mikroorganisme pada jaringan permukaan kulit tubuh.

9. Penggunaan vaksin pnuemokokus dan vaksin haemophilus influenza tipe B (Hib) yang digunakan untuk penyakit pneumonia tidak bekerja efektif untuk melawan COVID-19.

Meski vaksin ini tidak efektif terhadap COVID-19, vaksinasi pneumonia sangat dianjurkan bagi penderita penyakit pernapasan dan melindungi kesehatan Anda.

10. Rutin membersihkan hidung dengan garam tidak membantu terhindar dari infeksi COVID-19. Tidak ada bukti hingga saat ini mencuci hidung dengan garam mampu melindungi dari terinfeksi COVID-19.

Mencuci hidung dengan garam akan berguna pada penderita flu biasa dan membantu penderita pulih lebih cepat.

11. Bawang putih adalah makanan sehat yang mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba. Namun, tidak ada bukti dari wabah saat ini bahwa makan bawang putih telah melindungi orang terhindar dari infeksi COVID-19.

12. COVID-19 tidak pernah pilih kasih untuk menginfeksi. Segala usia dapat terinfeksi oleh penyakit ini. Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah rentan terinfeksi COVID-19.

13. Untuk saat ini mengonsumsi antiobiotik tidak mampu melawan virus. Mengonsumsi antibiotik hanya bekerja efektif untuk melawan bakteri yang ada di tubuh Anda.

14. Sampai saat ini belum ada vaksin atau obat untuk mengatasi COVID-19. Namun, negara di seluruh dunia sedang mepercepat upaya kehadiran vaksin atau obat tersebut melalui uji klinis dengan sejumlah mitra.