Jarang Diketahui, Ini Tips Menggunakan Masker yang Benar

Jakarta, relawan.id – Baru-baru ini, beredar video viral di Facebook yang menunjukkan seorang pria menjelaskan cara menggunakan masker medis. Di video itu, dijelaskan bahwa masker digunakan berdasarkan kondisi kesehatan pemakai.

Apabila pemakai dalam kondisi sakit, maka bagian berwarna putih harus ada di sisi bagian dalam. Sebaliknya, jika pemakai dalam keadaan sehat, maka bagian putih harus berada di luar. Pria itu berdalih bahwa lapisan putih merupakan filter yang bisa mencegah virus masuk.

Lantas, apakah penggunaan masker dengan cara ini tepat atau justru keliru? Dan bagaimana cara menggunakan masker yang tepat?

1. Bagian putih masker harus berada di dalam

Melalui situs resminya, Kominfo telah melabeli informasi itu sebagai hoaks. Kominfo menyebut bahwa bagian putih harus berada di dalam dan bagian berwarna berada di luar. Hal ini senada dengan pernyataan Dr. April Baller dari program darurat kesehatan World Health Organization (WHO).

Pertama, pastikan masker tidak memiliki lubang atau sobek. Lalu, verifikasi bagian atas, yakni yang memiliki lempengan logam. Selanjutnya, kenali bagian dalam masker, yaitu yang memiliki sisi berwarna putih. Dan tekan logam agar menjepit erat hidung kita.

2. Memakai masker terbalik justru penuh risiko

Apa yang terjadi jika seseorang menggunakan masker terbalik? Di mana sisi putih justru di luar dan sisi berwarna di bagian dalam? Jika kita memakai sisi putih di luar, debu dan kotoran akan lebih mudah masuk karena lipatannya mengarah dari bawah ke atas.

Sebaliknya, jika kita memakai masker dengan bagian berwarna di luar, maka akan melindungi kita dari debu, kotoran, virus dan bakteri. Sebab, masker dengan bagian berwarna memiliki lipatan dari atas ke bawah. Selain itu, menurut dr Feni Fitriani Taufik, SpP(K), MPdKed, bagian keras harus ditekan supaya membentuk hidung (menyesuaikan dengan hidung kamu) agar efek kebocorannya lebih kecil.

3. Jangan menyentuh masker ketika sedang digunakan

Lebih lanjut, Dr. April Baller memaparkan tip lain dalam menggunakan masker. Yakni, bersihkan tangan dengan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol. Sesuaikan masker di wajah, pastikan bagian mulut dan dagu tertutupi dengan sempurna.

Ingat, jangan menyentuh bagian depan masker saat kamu sedang menggunakannya untuk menghindari kontaminasi. Jika kamu secara tidak sengaja menyentuh bagian depan masker, segera bersihkan tanganmu. Jika tidak, mungkin saja ada droplet yang terkontaminasi COVID-19 yang menempel di tanganmu dan bisa menginfeksi tubuhmu kapanpun.

4. Membuang masker dengan melepas tali, bukan menyentuh bagian depan

Selanjutnya, Dr. April Baller juga memperagakan cara melepas masker yang benar. Yaitu dengan cara memegang tali elastis dari belakang tanpa menyentuh bagian depan. Pegang dengan hati-hati dan jauhkan dari wajah kita.

Lalu, segera buang masker ke tempat sampah dan bersihkan kembali tanganmu. Agar tidak dimanfaatkan oleh oknum, gunakan gunting untuk menyobek masker sebelum membuangnya ke tempat sampah. As we know, ada banyak oknum jahat yang mendaur ulang masker bekas agar bisa dijual lagi.

5. Masker bersifat sekali pakai, tidak untuk dicuci lagi

Masker, khususnya masker bedah, bersifat sekali pakai. Semakin lama masker ini dipakai, maka akan menjadi kurang efektif karena napas kita membuat masker menjadi lembap, jelas laman The Straits Times.

Jika masker sudah kotor dan lembap, segera ganti dengan yang baru. Jangan coba-coba untuk mencucinya, bahkan dengan air panas sekalipun, karena akan membuat masker rusak dan kehilangan efektivitas untuk melindungimu.

Selain itu, Dr. April Baller menegaskan bahwa orang yang tidak memiliki masalah pernapasan, seperti demam, batuk atau hidung berair, tidak perlu menggunakan masker medis. Masker medis diprioritaskan untuk tenaga kesehatan, caretakers (pengurus orang sakit) dan orang yang sakit dengan gejala demam dan batuk. Sebab, orang-orang ini memiliki risiko tinggi tertular Covid-19.