Virus Covid-19 Bisa Dibunuh dengan Konsumsi Makanan Alkali? (Hoaks atau Fakta)

Jakarta, relawan.id – Sejak wabah virus corona masuk ke Indonesia, masyarakat mulai panik. Segala hal mereka lakukan demi mencegah virus corona supaya tidak hinggap ke tubuh mereka, seperti memborong masker, hand sanitizer, hingga melakukan panic buying yang menyebabkan kelangkaan sejumlah bahan makanan.

Tidak hanya itu, banyak juga orang yang mencoba berbagai hal untuk sembuh dari Covid-19 atau mencegah virus corona. Pasalnya, baru-baru ini banyak sekali pesan berantai yang beredar di WhatsApp yang berisi sebuah metode untuk membunuh virus corona yang ada di dalam tubuh. Padahal semua hal yang disebar tersebut belum terbukti kebenarannya secara medis atau justru membahayakan seperti menyemprot tubuh dengan disinfektan.

Sayangnya, banyak sekali orang yang percaya dengan metode tersebut. Salah satu pesan yang sedang ngetren saat ini adalah makanan atau air yang mengandung alkali dengan pH tinggi bisa membunuh virus corona. Namun, benarkah itu? Simak fakta selengkapnya!

1. Pesan yang beredar ini salah

Kelihatannya hampir semua pengguna WhatsApp sudah mengetahui kabar yang beredar seputar makanan alkali bisa membunuh virus corona. Dalam pesan tersebut, disampaikan bahwa virus corona memiliki tingkat keasaman atau pH sekitar 5,5-8,5. Untuk itu, dibutuhkan makanan alkali yang memiliki kandungan pH di atas pH virus corona untuk membunuhnya.

Terlebih, di dalam pesan tersebut juga disisipkan beberapa bahan makanan alkali yang bisa mencegah COVID-19 beserta kandungan pH nya. Benarkah isi dari pesan yang sudah beredar di mana-mana tersebut?

Jawabannya: “SALAH!”

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun sudah menyampaikan melalui laman resminya bahwa pesan tersebut masuk ke dalam klasifikasi disinformasi virus corona. Mengutip pernyataan Kominfo, mengonsumsi alkali (baik berupa makanan atau minuman) dengan pH yang lebih tinggi tidak dapat membunuh virus corona.

Adapun sebenarnya pesan tersebut tidak hanya beredar di Indonesia saja, melainkan juga negara lainnya. Parahnya, dalam pesan berantai versi Bahasa Inggris dicantumkan sumber yang berasal dari Journal of Virology & Antiviral Research. Ini dilakukan agar masyarakat bisa percaya dengan kabar hoaks tersebut.

2. Virus corona tidak memiliki kandungan pH

Selain itu, kabar bahwa virus corona mengandung pH 5,5-85, juga keliru. Melansir The New York Times, virus (termasuk corona) tidak memiliki tingkat pH. Hal ini pun diperkuat oleh Sarah Stanley, associate professor di University of California, Berkeley School of Public Health.

Menurut Stanley, pH adalah sesuatu yang hanya berada di kandungan yang berbasis air, alhasil virus sama sekali tidak termasuk. Oleh karena itu, mulai dari sekarang kamu perlu tahu bahwa tidak ada virus di dunia ini yang mengandung pH. Percuma kamu memaksa diri kamu dengan memasukkan lemon ke dalam tubuh hanya karena embel-embel bisa membunuh virus corona.

3. Makanan dan air alkali tidak bisa mencegah COVID-19

Di dalam jurnal Applied Biosafety, air alkali dengan pH 11 tidak bisa membuat virus corona yang hinggap di dalam tubuh kamu pergi. Tidak hanya air alkali, makanan-makanan alkali dengan pH tinggi yang tercantum di atas juga tidak memiliki bukti kuat kalau mereka bisa membunuh virus corona.

Donald Schaffner dari Rutgers University pun turut buka suara perihal kandungan pH makanan alkali dalam list tersebut. Schaffner menyatakan kalau nilai pH di dalam makanan yang dicantumkan tersebut benar-benar salah.

Maka dari itu, lebih baik kamu memakan makanan yang sehat dan seimbang demi mendukung kekebalan dan dapat membantu melawan infeksi. Alih-alih percaya bahwa makanan dan air alkali bisa membunuh virus corona, lebih baik kamu fokus pada meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Schaffner pun mengingatkan cara terbaik untuk terhindar dari virus adalah dengan menjauhi kerumunan orang.