Seberapa Efektif Masker Kain Tangkal Covid-19? Ini Jawabannya

Jakarta, relawan.id – Pemerintah mulai menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker kain meski dalam keadaan sehat. Hal ini mengikuti rekomendasi dari organisasi kesehatan dunia (WHO).

Namun sebenarnya seberapa efektif menggunakan masker kain? Apa saja kelebihan dan kekurangan masker kain? Simak penjelasan dari dr. Akhmad Isna Nurudinulloh berikut ini:

Seberapa Efektif Masker Kain Tangkal Virus Corona?

Masker kain bila dipakai oleh orang yang sedang berbicara, batuk, atau bersin, sangat efektif menangkal penyebaran virus dan bakteri termasuk virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit Covid-19. Tapi jika digunakan oleh orang sehat, dengan harapan tidak ada virus yang masuk ke dalam saluran pernapasan, mungkin kurang efektif.

Tetapi masker kain itu setidaknya dapat menahan droplet kumulatif yang bentuknya besar-besar, misal pada orang bersin, atau batuk disertai dahak. Namun perlu diketahui, menjelang masa puncak Covid-19 ini, bisa dikatakan tidak ada orang asing yang bisa dipercaya di depan kita, apakah mereka sehat, atau membawa penyakit. Maka semua orang menggunakan masker, baik masker bedah maupun masker kain, menjadi upaya saling melindungi satu sama lain terhadap penyebaran virus corona (SARS-CoV-2).

Apa Kelebihan Menggunakan Masker Kain?

Masker kain bisa dipakai beberapa kali dengan catatan untuk selalu memastikan masker tersebut bersih. Rutinlah mencuci masker kain dan tidak memakainya lebih dari empat jam.

“Kelebihan murah, bisa cuci pakai, mudah dibuat oleh masyarakat umum,” ujar dr. Akhmad Isna

Apa Kekurangan Masker kain?

Perlindungan masker kain terhadap droplet ada, tetapi tidak pada aerosol ataupun partikel airborne. Jadi untuk batuk atau bersin pada pemakai kalau yang dropletnya besar, masker kain masih bisa menangkalnya. Tapi untuk droplet yang lebih kecil, masker kain masih bisa tembus.

Bahan Apa yang Paling Efektif Menyaring Partikel?

Bahan terbaik adalah bahan yang sebisa mungkin menyaring partikel-partikel ukuran micro, dan tentu juga bila menutup hidung dan mulut kita maka kita tetap mudah untuk bernapas atau menarik udara. Maka bahan terpilih menurut saya adalah “Cotton Blend”

Di mana menurut keterangan dari Davies et al tahun 2013 dengan topik “Disaster Medicine and Public Health Preparedness” disebutkan bahwa bahan Cotton Blend efektif menyaring 0,02 micron partikel sebesar 70%, sementara masker bedah 89%. Kemudian untuk kemudahan bernapas, bila kemudahan masker bedah dianggap 0%, maka bahan Cotton Blend lebih sulit untuk bernapas sebesar -28%.

Saran terbaik selain bahan adalah, cara pembuatan masker. Buatlah masker dengan 2 lapis, bukan 1 lapis. Kemudian dimodifikasi agar masker dapat dimasukan tissue sebagai lapisan ke-3, sehingga masker menjadi 3 lapis. Hal ini dipercaya dapat meningkatkan efektifitas masker kain.

Berikut jenis kain yang diuji dan efektivitasnya dalam menyaring partikel berukuran 0,02 mikron.

  • Kain lap: 73 persen
  • Bahan cotton blend: 70 persen
  • Sarung bantal antimikroba: 68 persen
  • Linen: 62 persen
  • Sarung bantal biasa: 57 persen
  • Sutra: 54 persen
  • Katun: 51 persen
  • Syal: 49 persen