MRI-ACT Jember Kolaborasi dengan Peace Leader Indonesia Melakukan Penyemprotan Disinfektan

Jember, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berupaya melakukan pencegahan dari penyebaran virus corona atau Covid-19, kali ini MRI dan ACT berkolaborasi dengan Komunitas Pemuda Lintas Agama Peace Leader Indonesia.

MRI dan ACT Jember melakukan disinfeksi sejumlah rumah ibadah di Jember. Program ini dilakukan untuk meminimalisir potensi rumah ibadah sebagai sumber penyebaran virus Covid-19.

Koordinator Peace Leader Jember Redy Saputro menerangkan, kolaborasi yang dilakukan Peace Leader dengan MRI-ACT Jember didasari fakta masih banyak tempat ibadah di Jember yang belum terjangkau disinfeksi, seperti pura, gereja, wihara, dan klenteng, terutama tempat ibadah di pinggiran Kota Jember.

“Kami berharap, kolaborasi ini dapat memperluas jangkaun penyemprotan disinfektan ke berbagai tempat ibadah. Hingga saat ini, masih banyak tempat ibadah yang belum mendapat layanan penyemprotan disinfektan. Melalui disinfeksi ini kami juga berharap adanya rasa aman bagi sejumlah masyarakat yang datang menjalankan ibadah,” ungkap Redy, Selasa (6/4/2020).

Peace Leader Indonesia telah merekomendasikan 13 rumah ibadah kepada ACT Jember. GPDI Wirolegi dan Pura Agung Amerta Sari Jember di Kacamatan Patrang, menjadi rumah ibadah yang menerima layanan penyemprotan disinfektan.

Kolaborasi dengan Peace Leader Indonesia dinilai menjadi langkah baik oleh MRI dan ACT Jember. Sebagai lembaga kemanusiaan, MRI dan ACT Jember sangat terbuka dengan berbagai unsur masyarakat yang ingin berikhtiar bersama melawan penyebaran pandemi Covid-19, sebagaimana disampaikan Dani Ardissa dari Tim Program ACT-MRI Jember.

“Kolaborasi dengan Peace Leader Indonesia Jember adalah wujud bahwa tugas kemanusiaan tidak memandang latar belakang agama, suku, maupun budaya karena semua layak dibantu dan bekerja sama,” kata Dani.

Ia juga menjelaskan, penyemprotan disinfektan pun tidak dapat dilepaskan dari peran relawan Masyarakat Relawan Indonesia Jember.

Pemerintah Kabupaten Jawa Timur per 6 April lalu menyatakan dua orang yang positif Covid-19, 15 orang berstatus PDP, dan 591 orang berstatus ODP. ACT dan MRI Jember terus berupaya mencegah penyebaran dan dampak Covid-19 dalam aspek sosial-ekonomi dengan melakukan sejumlah aksi.