MRI Kalsel Distribusikan Operasi Beras Gratis di Tengah Covid-19

Kalsel, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kalimantan Selatan mendistribusikan bantuan beras kepada ratusan warga di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Lampihong, Kecamatan Batumandi, Kecamatan Paringin, Kecamatan Awayan, dan Kecamatan Juai.

Pendistribusian bantuan beras pada Ahad (12/4/2020) ini merupakan lanjutan dari program Operasi Beras Gratis yang diluncurkan ACT bersama TNI pada Kamis (2/4) sebelumnya.

Humas MRI Kalsel, Retno mengungkapkan kegiatan ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan mereka yang sedang membutuhkan,” ujarnya.

Kakek Aran (68) salah satu penerima manfaat yang tinggal di rumah terlihat memprihatinkan tepatnya di Desa Pelaju, Kecamatan Batumandi. Kakek ini hanya tinggal berdua bersama cucunya, hanya bekerja menjual kayu dan mencari ikan untuk biaya hidup sehari-hari. Penghasilan kakek ini hanya 5 ribu sampai 10 ribu sehari.

“Ketika musim hujan dan banjir, kadang-kadang kami harus berteduh di tempat tetangga, karena rumah sudah dipenuhi lubang-lubang dibagian atap dan dibagian dinding. Apabila banjir datang kami harus tidur di jalan ataupun numpang di tempat tetangga. Alhamdulillah semenjak para relawan datang kesini kemarin sore, pagi ini ada beberapa bantuan yang datang. Alhamdulillah, terima kasih.” Ucap kakek Aran.

Sementara itu, Sahrani (44) yang tinggal di Desa Bungin, Kecamatan Paringin Selatan sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dari para dermawan. Bagi Sahrani bantuan ini sangat bermanfaat, terlebih semenjak wabah Covid-19, karena di tengah pandemi ini usaha pijat sepi pelanggan.

“Sebelum terjadi wabah Covid-19 penghasilan pijat bisa didapat sekitar 800 ribu sebulan, sekarang cuma 200 ribu. Alhamdulillah terimakasih para dermawan yg sudah membantu kami.” ucap Sahrani.

Selain itu, Noorhayati (43) juga merasa terbantu dengan bantuan yang diberikan MRI-ACT Kalsel, karena terharu Hayati pun menangis. Sepasang suami istri tunanetra sangat berterimakasih kepada relawan dan dermawan yang sudah memberi bantuan kepada kami.

“Kami cuma bisa memijat penghasilan tidak menentu, kadang banyak kadang sedikit tergantung orang yang minta pijat. Sekarang pijat sepi sejak adanya wabah covid-19.”ucap Noorhayati.