Puasa, Imunitas, dan Growth Hormone

Oleh : dr. Akhmad Isna Nurudinulloh

Jakarta, relawan.id – Sebentar lagi bulan suci Ramadhan akan menjumpai kita. Di bulan yang penuh rahmat dan ampunan tersebut, umat muslim seluruh dunia akan melaksanakan ibadah wajib puasa ramadhan.

Puasa, merupakan aktivitas ibadah yang mewajibkan orang untuk menahan lapar dan haus dalam rentang waktu beberapa jam dan juga mengubah pola makan dan tidur. Puasa sendiri memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, puasa juga dapat menurunkan kadar lemak di dalam tubuh (total body fat).

Berikut manfaat berpuasa:

Lapar dan sistem cerdas hemat energi

Peneliti dan Profesor di USC Davis School of Gerontology yang juga direktur USC Longevity Institute, Valter Longo, pernah menuturkan bahwa saat kita lapar, maka tubuh akan berjalan dalam sistem “hemat energi.”

Sistem cerdas ini salah satunya berimplikasi pada aktifitas tubuh untuk mendaur ulang sel imun yang tidak diperlukan/ sel rusak, dan memperbaharuinya kembali. Penelitiannya menunjukan pada saat berpuasa, kadar sel darah putih mengalami penurunan.

Kemudian, ketika berbuka puasa, sel darah putih kembali naik ke level yang lebih tinggi. Sel darah putih, seperti diketahui bersama, merupakan sel yang bertanggung jawab melawan penyakit. Sel darah putih secara otomatis akan terjun ke darah saat tubuh mendeteksi adanya penyakit.

Puasa dan Growth Hormone

Growth Hormone atau Human Growth Hormone adalah hormon yang sangat penting bagi tubuh kita. Hormon ini memiliki pengaruh yang besar pada proses pertumbuhan, mengatur metabolisme karbohidrat dan lemak, memelihara fungsi jantung dan otak, menjaga kesehatan otot dan tulang, dan memperkuat daya tahan tubuh. Di sisi yang masih diperdebatkan, Growth Hormone diyakini berfungsi sebagai anti-aging, bikin kita awet muda.

Puasa, yang juga berarti tidak masuknya kalori ke dalam tubuh, dapat meningkatkan kadar Growth Hormone secara alami. Saat kondisi perut dalam keadaan kosong, dan otak yang konsisten untuk menahan lapar dan haus, tubuh secara otomatis akan mengeluarkan Growth Hormone, dengan tujuan awal mencetuskan terjadinya pembentukan glukosa baru untuk energi tubuh, melalui pemecahan sel-sel lemak.

Meningkatnya kadar Growth Hormone tidak hanya berefek pada rangsangan pembakaran sel lemak, tetapi juga secara otomatis fungsi-fungsi Growth Hormone akan muncul dengan sendirinya seperti yang sudah dijabarkan di atas. Sebagai informasi, meningkatnya kadar Growth Hormone secara alami selain oleh karena puasa, juga oleh karena berolahraga dan tidur malam sebelum tengah malam.

Menurunkan kadar stres

Sudah menjadi rahasia umum bahwa stres dapat memicu penurunan daya tahan tubuh dan bahkan dapat berujung pada beberapa penyakit. Kegiatan spiritualitas seperti berpuasa di bulan suci Ramadhan diyakini kuat akan menurunkan kadar stres seseorang dan membuatnya lebih rileks.

Relaks atau tidak stres menjadi sangat penting bagi tubuh kita. Saat tubuh relaks, denyut jantung, tekanan darah, dan tingkat pernapasan juga menurun. Hal ini membuat tubuh lebih hemat energi dan menyimpan energi cadangan yang cukup untuk aktifitas yang lain, termasuk memperbaiki fungsi imunitas.

Menurunnya kadar lemak tubuh dan keseimbangan imunitas

Sebagaiamana dijabarkan di atas, bahwa saat kondisi kita lapar atau berpuasa, Growth Hormone akan meningkat dan mencetuskan pembakaran lemak alami untuk membentuk energi baru.

Kelebihan lemak dalam tubuh, khususnya lemak di sekitar perut, dapat memicu beberapa penyakit seperti diabetes, dan penyakit jantung. Kelebihan lemak tubuh khususnya di bagian perut memicu produksi sel imun yang disebut “pro-inflamasi” yang akan beredar di dalam darah dan justru sel ini memicu peradangan yang sifatnya buruk. Peradangan ini diketahui erat kaitannya dengan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Mengetahui manfaat-manfaat dari puasa yang sudah dijabarkan di atas, sudah sewajarnya kita dapat menyambut puasa di bulan suci Ramadhan dengan lebih semangat. Mengetahui manfaat berpuasa juga dapat meningkatkan kepercayaan diri kita untuk tetap  menjalaninya meski wabah Covid-19 kini tengah menjadi Pandemi di seluruh dunia.

Semoga bermanfaat.

Marhaban Yaa Ramadhan.

#TubuhSehatIbadahKuat