Dampak Covid-19, Masjid-Masjid Terbesar di Dunia Tutup

Jakarta, relawan.id – Pandemi virus Corona atau Covid-19 berimbas kepada ritual beribadah berbagai agama, termasuk umat Islam, hal itu mengakibatkan masjid-masjid kosong. Padahal bulan suci Ramadhan sudah di depan mata. Pelaksanaan shalat Tarawih secara berjamaah di masjid-masjid dipastikan tak bisa digelar untuk menekan penyebaran virus Corona.

Masjid-masjid terbesar dunia juga telah mengumumkan untuk berperan memerangi virus Corona. Ramadhan tahun ini, masjid-masjid besar ditutup untuk menyelamatkan umat. Oleh karena itu, relawan.id sudah merangkum beberapa masjid besar yang sudah menutup.

1. Masjidil Haram

Arab Saudi memutuskan untuk menutup dua masjid sucinya, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Semua itu dilakukan untuk memerangi penyebaran virus Corona. Arab Saudi memberikan ketegasan untuk tidak shalat berjamaah di dekat Ka’bah. Umroh pun ditiadakan sementara waktu.

Hanya karyawan Masjidil Haram saja yang diizinkan untuk masuk ke dalam masjid itu. Adzan untuk panggilan shalat pun diubah. “Selama beberapa minggu, panggilan untuk shalat disertakan dengan pesan yang meminta warga diam di rumah,” ujar Fuad Mohamed, warga Mekah.

Ka’bah yang selalu ramai, kini sunyi. Kemegahan struktur bangunannya makin mencolok dengan kekosongan jamaah. Tak ada shalat bahkan khotbah Jumat yang bergema. Masjid-masjid kota yang lebih kecil memberikan ibadah online sehingga masyarakat bisa streaming.

Melihat ini, umat muslim dunia menanti cemas soal kabar kegiatan Haji. Pemerintah Arab Saudi masih belum memberikan keputusan terkait aktivitas Haji.

2. Masjid Al-Aqsa

Masjid Al-Aqsa di Yerusalem ditutup sejak 23 Maret hingga waktu yang tak ditentukan. Pintu masjid dan Dome of the Rock ditutup seminggu sebelum ada larangan penuh dari pemerintah. Kompleks Al-Aqsa ‘bersih’ dari pengunjung. Layaknya Masjidil Haram, hanya karyawan yang boleh masuk ke kawasan komplek.

“Ini menyakitkan (penutupan masjid), tapi perlu,” ujar kepala Keamanan Zeinat Abusbeih, di Markas Wanita Al-Aqsa.

Khotbah Jumat yang selalu dinanti kini ditiadakan sementara. Meski begitu, pengurus Masjid Al-Aqsa tak berpasrah diri. Melalui live streaming, imam Masjid Al-Aqsa menyiarkan tayangan shalat dan khotbah Jumat. Sehingga, masyarakat bisa tetap bisa tetap terhubung dengan Masjid Al-Aqsa.

3. Masjid FatihTurki

Masjid Fatih Turki, melarang semua kegiatan ibadah jamaah di seluruh masjid sejak 16 Maret hingga waktu yang tak ditentukan. Termasuk, Masjid Fatih. Di Turki, lafal adzan tak mengalami perubahan. Kegiatan kelompok seperti pembacaan Al-Quran dilakukan secara online. Hanya imam dan karyawan yang boleh keluar masuk masjid.

Larangan beribadah jamaah tak menyurutkan semangat warga Istanbul. Di balik kesunyian malam, doa dan bacaan Al-Quran tetap dikumandangkan lewat pengeras suara. Kemegahan masjid yang bergaya abad pertengahan ini terasa menghanyutkan di tengah kesunyian. Lampu-lampu masjid yang indah terasa mencolok tanpa adanya pengunjung.

4. Masjid Agung Sheikh Zayed Abu Dhabi

Masjid Agung Sheikh Zayed yang jadi ikon dan terbesar di UEA. Tak mau memperburuk keadaan karena wabah pandemi Corona, Abu Dhabi menutup semua tempat ibadah termasuk masjid.

Kompleks Masjid Agung Sheikh Zayed sepenuhnya ditutup. Tak ada ibadah shalat maupun kunjungan wisata. “Hanya adzan yang masih diperbolehkan di masjid. Di tiap akhirnya, semua orang diminta untuk salat di rumah,” ujar Amr Salah, seorang warga Abu Dhabi.

5. Masjid East London

Inggris mengambil kebijakan lockdown untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Masjid terbesarnya, Masjid East London, pun harus tutup pintu. Sebelum menutup masjid, asosiasi muslim Inggris termasuk Muslim Council of Britain (MBC) mempersiapkan video doa dan khotbah agar bisa diakses secara online.

East London Mosque (ELM) kini kosong. Tak ada kegiatan shalat berjamaah, polisi pun berjaga di depan masjid. Namun pemerintah masih memperbolehkan kumandang adzan di ELM. Masjid ini jadi satu-satunya yang boleh melakukan adzan dari minaret saat lockdown.

“Saat adzan kami mengganti kalimat ‘datang untuk shalat’ dengan ‘berdoa di rumah’,” ujar Abdallah Faliq, salah satu anggota kepercayaan masjid.

Seperti masjid-masjid terbesar lainnya, East London Mosque menggunakan penyiaran online untuk adzan, shalat Jumat dan khotbah. Kegiatan kelompok dan kelas pun dilakukan secara online.