Keutamaan dan Manfaat Shalat Berjamaah

Jakarta, relawan.id – Keutamaan shalat berjamaah sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Semua orang sudah tahu shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendiri. Bahkan, dalam sebuah lagu Qosidah pun terdapat syair yang menyatakan keutamaan shalat berjamaah.

Nabi bersabda bahwa shalat orang laki-laki yang dilakukan dengan cara berjamah itu lebih baik daripada shalat selama 40 tahun yang dilakukukan orang laki-laki di rumahnya secara munfarid (sendiri).

Dalam sebuah riwayat juga dinyatakan bahwa shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat munfarid (salat sendirian), yakni perbandingan pahala antara shalat berjamaah dengan salat sendiri adalah 1 banding 27 derajat. Sungguh perbandingan yang sangat luar biasa.

Oleh karena itu, keutamaan dan manfaat shalat berjamaah itu amat banyak, yaitu:

1. Pahala Berganda

“Shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat dibanding shalat sendirian.” (HR. Bukhari-Muslim).

Dari hadits di atas telah disampaikan bahwa shalat berjamaah itu lebih utama dari shalat sendiri, minimal 25 kali lipat atau bahkan sampai 27 derajat. Maknanya, bila Anda melakukan penghitungan shalat sendiri dibanding shalat berjamaah, maka Anda akan dapati bahwa pahala shalat berjamaah tidak akan pernah bisa didapatkan sama sekali.

Sebagian ulama juga berpendapat bahwa pahala 27 derajat itu untuk shalat Isya dan Shubuh. Sebab, shalat berjamaah pada kedua waktu tersebut lebih berat daripada shalat lainnya. Sebagian ulama menerangkan bahwa berdasarkan hadis lain, Allah SWT senantiasa menambah kenikmatan umat ini, bisa saja dari 25 pahala ditambah menjadi 27 pahala.

Adalagi sebuah penjelasan yang lebih menakjubkan, bahwa hadis mengenai pahala 25 itu bukan sebagai tambahan, tetapi sebagai kelipatan 25. Dengan hitungan ini, maka satu shalat akan menghasilkan pahala 33.554.432 derajat. Bagi Allah SWT pahala sejumlah itu bukan apa-apa, dan jika dihubungkan dengan shalat yang ditinggalkan dengan dosanya satu huqub atau setara dengan 80 tahun.

2. Mengikuti Sunnah Nabi

“Jika seseorang berwudhu dengan sempurna, lalu pergi untuk shalat berjamaah, maka tidaklah dia mengayunkan langkahnya melainkan bagi setiap ayunan langkahnya Allah SWT mengangkatnya satu derajat dan menghapus darinya satu keburukan.” (HR Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’I dan Ibn Majah).

Banyak hadits yang menjelaskan tentang keutamaan shalat berjamaah di masjid bagi seorang muslim. Aktivitas shalat berjamaah senantiasa diajarkan oleh Rasulullah, para sahabat, dan generasi setelah beliau. Rasulullah adalah contoh yang tak pernah absen melaksanakan shalat berjamaah. Bahkan ketika hampir wafat, dan sebelumnya beberapa kali pingsan, beliau tetap berupaya untuk shalat berjamaah di masjid walau dalam keadaan dipapah oleh Abbas ra. dan tak bisa mengimami sebagaimana biasanya hingga Abu Bakar pun menggantikan posisinya sebagai imam shalat.

Esensi shalat berjamaah dalam hadits di atas tentu sangat menggiurkan bagi kaum muslim yang tujuan jangka panjangnya adalah suurga. Seringkali kita sangat mengusahakan hal-hal yang berhubungan dengan duniawi sedang tak bersungguh-sungguh dalam perkara akhirat. Padahal, keuntungan akhirat adalah abadi dan tak ternilai, sedang sebesar apapun keuntungan duniawi, ia takkan kekal dan masih bisa dihitung.

3. Mendapat Naungan di Hari Kiamat

Pada hari kiamat, saat semua orang akan dihisab atas segala yang diperbuatnya, mereka dikumpulkan dalam jumlah yang amat besar. Semua kehausan dan kepanasan karena terik yang amat sangat. Namun disaat itu, ada sejumlah golongan manusia-manusia baik yang mendapat naungan Allah Ta’ala. Mereka adalah tujuh golongan manusia yang biasa melakukan amalan hebat. Salah satunya adalah mereka yang gemar shalat berjamaah di masjid.

Diriwayatkan dalam Hadis Muslim, “Pada hari kiamat, matahari diturunkan dan berlantaikan timah sehingga orang-orang akan berkeringat. Namun Allah akan memberikan naungan kepada tujuh golongan :

  • Imam yang adil.
  • Pemuda yang tunduk dengan beribadah kepada Allah.
  • Seorang laki-laki yang hatinya digantungkan di masjid, yaitu selalu senang beribadah ke masjid.
  • Dua orang laki-laki yang berkumpul untuk ibadah dan berpisah juga karena Allah.
  • Seorang lelaki yang takut akan melanggar perintah Allah saat digoda oleh perempuan.
  • Orang yang merahasiakan sedekahnya.
  • Seseorang yang saat mengingat Allah takut akan siksaan api neraka.

4. Kuat Melawan Godaan Setan

“Tidaklah tiga orang di suatu desa atau lembah yang tidak didirikan shalat berjamaah di lingkungan mereka, melainkan setan telah menguasai mereka. Karena itu tetaplah kalian (shalat) berjamaah, karena sesungguhnya serigala itu hanya akan menerkam kambing yang sendirian (jauh dari kawan-kawannya).” (HR. Abu Daud dan An Nasai).

Hadits ini memberitahukan kepada kita tentang fakta bahwa setan itu mudah menguasai manusia jika sendirian. Maka shalat berjamaah membuat kita sulit dikalahkan oleh setan. walaupun iman kita lemah, ilmu sedikit, dan shalat tak khusyuk. Namun jika berjamaah, kita akan lebih kuat shalat berlama-lama. Bahkan shalat sunah dan zikir pun bisa dilakukan.

Sebaliknya, jika shalat sendirian maka setan amat mudah membuat kelalaian terhadap diri kita seperti menunda-nunda waktu shalat. Ketika mengerjakan shalat pun tergesa-gesa dan tidak khusyuk, dan amat sulit menambah dengan ibadah lainnya seperti shalat sunah rawatib dan zikir setelah shalat. Maka, shalat berjamaah akan membuat Anda sulit digoda setan.

Disarikan dari buku 30 Amalan Dahsyat Menangkan Ramadhan yang ditulis Ustadz Bobby Herwibowo Lc