Bolehkah Donor Darah Saat Puasa? Ini Faktanya

Jakarta, relawan.id – Mendonorkan darah memiliki berbagai manfaat, bukan hanya untuk kemanusiaan, tetapi juga untuk diri sendiri. Namun, ketika seorang muslim berpuasa, terutama tengah menjalani puasa Ramadan, apakah hukum donor darah? Mungkinkah pendonoran darah justru merugikan?

Dikutip dari laman resmi Palang Merah Indonesia (PMI), donor darah mempunyai beberapa fungsi bagi sang pendonor. Fungsi-fungsi tersebut adalah menjaga kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah merah, membantu menurunkan berat badan, mendapatkan kesehatan secara psikologis, dan dapat mendeteksi penyakit serius.

Dalam Islam, mendonorkan darah kepada seseorang yang membutuhkan, dinilai sangat mulia. Ada kemungkinan, dengan darah yang kita sumbangkan, seseorang akan selamat dari ancaman yang bisa berupa kematian.

Dalil donor darah dapat merujuk pada Surah al-Maidah ayat 32, “… dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya.”

Buat kamu yang ingin donor darah saat puasa, perlu memerhatikan beberapa hal berikut ya.

1. Pastikan kamu dalam keadaan sehat

Pastikan kamu memenuhi syarat untuk donor darah, seperti dalam keadaan sehat, tidak sedang berobat, dan tidak memiliki riwayat penyakit tertentu. Saat donor pun kamu akan dicek hemoglobin, tekanan darah, dan kebiasaan donormu.

2. Cukup minum saat sahur dan berbuka

Cairan tubuh sangat penting saat donor darah. Untuk itu, pastikan kamu banyak minum air putih. Pastikan itu mencukupi kebutuhan tubuhmu juga untuk puasa.

3. Makan makanan bergizi sebelum donor darah

Sebelum donor darah, cukupi asupan gizi dengan makanan tinggi zat besi, seperti ikan, ayam, daging merah, bayam, kacang-kacangan, dan produk olahan susu. Sementara itu, hindari makanan cepat saji, gorengan, es krim, dan makanan tinggi lemak.

4. Istirahat yang cukup di malam hari

Di bulan Ramadan, waktu istirahat akan berubah. Untuk itu, pastikan kamu tidur lebih awal dan sahur pada dini hari. Dengan begitu kamu siap untuk donor darah.

5. Sebaiknya lakukan donor pada pagi hari

Saat pagi, tubuhmu sedang tidak kekurangan cairan tubuh sehingga aman untuk donor darah. Sementara, siang dan sore, cairan tubuhmu sudah banyak terbuang dan dikhawatirkan kamu bakal merasa pusing dan tekanan darahmu menurun.

6. Jika kamu merasa lemas, sebaiknya dilakukan setelah berbuka

Rasa lemas ini sebagai tanda apakah kamu bisa untuk donor darah. Jika kamu merasa lemas dan gak sanggup, sebaiknya kamu donor darah saat malam hari saja, tepatnya setelah berbuka dengan makan dan minum yang cukup.

7. Jangan khawatir

Selain sebagai bentuk kepedulian untuk sesama, donor darah juga bagus untuk kesehatan tubuhmu lho. Donor darah membuat kadar zat besi dalam tubuhmu tetap terkendali sehingga menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Setelah tahu penjelasan di atas, makin semangat dong buat donor darah saat puasa.