Meninggal Saat Hadapi Covid-19, ACT Berikan Santunan untuk dr. Hadio Ali Khazatsin

Jakarta, relawan.id – Indonesia berduka karena harus menerima kepergian sejumlah dokter yang berada di garda terdepan merawat pasien Covid-19. Salah satunya dokter Hadio Ali Khazatsin yang merupakan neurolog di Rumah Sakit Premier Bintaro.

Oleh karena itu, Aksi Cepat Tanggap memberikan santunan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya yang telah berjuang menanggulangi pasien yang terkena virus corona. Di usia yang masih begitu muda dia menjadi pejuang kemanusiaan yang tak kenal waktu, tenaga, bahkan merelakan nyawanya.

“Semoga pengorbanannya tidak sia-sia, mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga mereka yang ditinggalkan dikuatkan,” ujar dr. Muhammad Riedha Bambang.

Sementara itu, menurut keluarga dr. Hadio Ali Khazatsin mengatakan sosok beliau sangat santun dan baik, maka dari itu banyak dari temannya sangat kehilangan, ditambah dia tidak pernah mengeluh. Bahkan, Hadio hanya ada waktu untuk keluarga Sabtu-Minggu.

“Hari weekend pun, Almarhum tetap menyempatkan waktu untuk pasien, jadi untuk keluarga pun terbatas, karena banyaknya telpon yang masuk, bisa dibilang Almarhum kerjanya 24 jam kapanpun dibutuhkan harus siap,” ungkap keluarga.

Harapannya masyarakat mematuhi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan tetap di rumah. Hal itu untuk meringankan tugas tim medis yang hingga kini terus berjuang menanggulangi pasien yang terkena covid-19 dan agar virus ini cepat berlalu.