Sejarah Singkat Tentang Zakat

Jakarta, relawan.id – Zakat merupakan rukun Islam keempat setelah syahadat, shalat dan puasa pada bulan Ramadhan. Berdasarkan jenisnya zakat dibagi menjadi zakat fitrah dan zakat mal (harta). Menilik sejarahnya perintah zakat turun secara berkala.

Fase pertama: Perintah zakat telah ada dari semenjak masa Rasulullah SAW masih di Makkah. Hanya saja, belum ada ketentuan spesifik terkait dengan waktu dan waktu kadarnya. Penjelasan ini bisa dilihat pada tafsir Ibnu Katsir pada ayat 20 surah Al-Muzzammil.

“Dan dirikanlah shalat fardu, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah seumpamanya kalian membelanjakan sebagian harta kalian yang bukan zakat kepada jalan kebajikan (pinjaman yang baik) yang ditunaikan dengan hati yang tulus ikhlas. (Dan kebaikan apa saja yang kalian perbuat untuk diri kalian, niscaya kalian akan memperoleh balasannya di sisi Allah sebagai balasan yang jauh lebih baik) dari apa yang telah kalian berikan”.

Fase Kedua adalah : zakat fitrah atau Shadaqathul fitrah (zakat memberi makan) yang diperintahkan pada tahun kedua Hijriah setelah perintah puasa. Hal ini berdasarkan pada hadits, “Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami untuk mengeluarkan shadaqatul fithr (zakat fitrah) sebelum perintah zakat (zakat harta). “ (HR Nasa’i)

Fase Ketiga: Perintah zakat harta sebagai penambah zakat fitrah yang telah diperintahkan sebelumnya. Sebagian ulama berpendapat bahwa perintah ini juga pada tahun kedua. Ibnu Katsir menjelaskan hal ini pada tafsir surah Al-An’am ayat 141: (Dan berikanlah haknya pada hari ketika panennya). Kata , haknya (haqqahu), sebagian besar ulama tafsir adalah zakat wajib. Demikian pula, hal ini bisa dilihat pada tafsir Al-Qurthubi tentang ayat 141 dari surah Al-An’am.

Dalil dan Tujuan Zakat Fitri

Rasulullah SAW bersabda:

فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِيْنِ، مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkara yang sia-sia dan perkataan yang keji sekaligus sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barang-siapa yang menunaikannya sebelum shalat ‘Id, maka ia merupakan zakat yang diterima. Dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat ‘Id, maka ia termasuk salah satu sedekah (yang sunnah). (HR. Ibnu Majah, Abu Dawud)

Zakat fitrah diwajibkan per individu bagi mereka yang mengalami pergantian dari Bulan Ramadhan ke Bulan Syawwal. Artinya, zakat fitrah dibayarkan pada malam 1 Syawwal. Meski demikian, jumhur ulama membolehkan zakat fitrah boleh dibayar sejak awal bulan Ramadhan atau sebelum akhir Ramadhan, seperti yang dilakukan Ibnu Umar satu atau dua hari sebelum 1 syawwal.

Ada 8 pihak yang berhak menerima zakat seperti yang sudah tertera di dalam surat At-Taubah ayat 60

Yang artinya : “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunkkan hatinya (muallaf), ( memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah maha mengetahui dan maha bijaksana.

  • Fakir mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
  • Miskin mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutukan dasar untuk hidup, misalnya tidak ada perubahan pada hidupnya, tetap saja seperti perubahan.
  • Amil mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat.
  • Muallaf mereka yang baru masuk islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya.
  • Hamba sahaya seorang budak yang ingin memerdekakan dirinya.
  • Gharimin mereka yang berhutang untuk mencukupi kebutuhannya karena tidak sanggup untuk memenuhinya.
  • Fisabillah mereka yang berjuang di jalan Allah misalnya, berdakwah atau berjuang dijalan Allah.
  • Ibnu Sabil mereka yang kehabisan biaya di perjalanan.

Ayo tunaikan Zakat sekarang bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) melalui: Rekening  

BNI Syariah # 8660 2910 1809 0057 a.n Aksi Cepat Tanggap

Informasi selengkapnya dapat kontak layanan di bawah ini :

Official WA MRI Pusat: 081214000456

FB: Masyarakat Relawan Indonesia

IG : @mripusat

Twitter : @mripusat